Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tiga bulan sekali, masyarakat selalu menanti kabar terbaru dari Perusahaan Listrik Negara (PLN): apakah tarif listrik akan naik, turun, atau tetap sama? Mekanisme yang dikenal dengan nama tarif adjustment ini bukanlah sekadar angka di tagihan, tetapi cerminan dari dinamika ekonomi makro yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Tarif adjustment PLN adalah penyesuaian tarif listrik yang ditetapkan pemerintah berdasarkan beberapa indikator penting. Ada empat faktor utama yang menjadi penentu:
Dengan kata lain, ketika harga minyak dan batubara naik atau kurs rupiah melemah, ada potensi tarif listrik ikut disesuaikan. Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan pemerintah.
Untuk periode Oktober hingga Desember 2025, pemerintah membawa kabar melegakan. Setelah melalui evaluasi, diputuskan bahwa tarif listrik PLN tetap tidak naik. Artinya, masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir akan lonjakan biaya listrik menjelang akhir tahun.
Kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi sektor usaha yang sedang memulihkan ekonomi pasca-pandemi dan menghadapi tantangan global.
Berikut tarif listrik yang berlaku untuk golongan pelanggan non-subsidi:
Sementara itu, golongan subsidi seperti rumah tangga 450 VA dan 900 VA subsidi tetap mendapatkan harga yang lebih rendah sesuai kebijakan perlindungan sosial.
Tahun 2025 ini sebenarnya cukup dinamis dalam hal tarif listrik. Pada awal tahun, sebagian pelanggan masih bisa menikmati diskon tarif hingga 50% sebagai bentuk stimulus. Namun, sejak Maret 2025, diskon itu resmi berakhir dan tarif kembali ke posisi normal.
Keputusan menjaga tarif tetap stabil hingga akhir tahun menjadi semacam “nafas lega” bagi masyarakat. Pasalnya, menjelang akhir tahun biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat seiring liburan, perayaan, hingga persiapan tahun baru.
Bagi sebagian orang, tarif adjustment mungkin terdengar seperti istilah teknis yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, mekanisme ini sangat berpengaruh terhadap tagihan listrik bulanan.
Misalnya, jika Anda menggunakan listrik 1.300 VA dengan pemakaian rata-rata 100 kWh per bulan, maka perubahan kecil sebesar Rp 100 saja per kWh bisa berarti tambahan Rp 10.000 setiap bulan. Jumlah ini mungkin terlihat kecil, tapi jika diakumulasikan pada jutaan pelanggan, dampaknya sangat besar bagi perekonomian.
Tarif adjustment PLN sejatinya merupakan jembatan antara kondisi ekonomi global dengan kebutuhan energi domestik. Dengan adanya keputusan pemerintah untuk menahan tarif listrik tetap stabil di Triwulan IV 2025, masyarakat bisa lebih tenang mengatur keuangan, sementara dunia usaha dapat merencanakan langkah bisnis tanpa harus khawatir dengan lonjakan biaya listrik.
Bagi pelanggan, kabar ini tentu menjadi harapan bahwa ke depan, tarif listrik tetap terkendali, sehingga tidak membebani kehidupan sehari-hari. (Z-10)
PEMERINTAH resmi menunda kenaikan tarif listrik untuk semua golongan pelanggan nonsubsidi pada Triwulan I (Januari-Maret) 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak mengubah tarif tenaga listrik bagi pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV
tarif tenaga listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2025 tidak ada perubahan atau tetap
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah berupaya menekan subsidi listrik tanpa menaikkan tarif masyarakat.
DALAM rangka menyemarakkan HUT ke-80 RI PT PLN (Persero) menghadirkan program agar pelanggan dapat menikmati diskon tambah daya listrik 50%
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved