Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menggelontorkan Rp200 triliun untuk bank BUMN. Menurutnya ini merupakan langkah yang tepat untuk menggerakkan roda perekonomian di masyarakat.
Maman menjelaskan, kebijakan Purbaya yang akan menyalurkan ratusan triliun ke bank BUMN ini menjadi angin segar bagi dunia usaha termasuk sektor UMKM.
"Kebijakan menteri keuangan yang out of the box harus kita apresiasi. Ini jadi angin segar bagi dunia usaha," kata Maman usai memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Rabu (17/9).
Dengan adanya suntikan tersebut, menurutnya sektor usaha termasuk UMKM akan terbantu terutama dari sisi permodalan. Terlebih, menurutnya kucuran dana inipun diharapkan mampu mengakselerasi usaha mikro, kecil, dan menengah dalam penerapan digital dan teknologi.
"Tranformasi digital dan pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk tumbuh kembang UMKM," katanya.
Maka dari itu, Maman tidak ragu meminta bank yang menerima kucuran Rp200 triliun tersebut untuk memberi porsi yang lebih bagi sektor UMKM.
Terlebih, lanjut Maman, sektor UMKM menjadi penyumbang terbesar dari PDB Indonesia.
"Kontribusi UMKM kepada PDB kita sekitar 55 sampai 60%," katanya.
Bahkan, menurutnya UMKM pun menjadi penyumbang tenaga kerja terbesar yakni 90%.
"Artinya sektor UMKM ini menjadi sektor yang sangat strategis, dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dan negara," katanya.
Sehingga, lanjutnya, menjadi tidak aneh ketika sektor UMKM mendapat perhatian lebih termasuk dari sisi permodalan. "Memang nantinya kucuran dari himbara itu ada juga untuk usaha-usaha besar," katanya. (BY/E-4)
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BI telah menyalurkan likuiditas melalui berbagai instrumen, antara lain penurunan outstanding SRBI sebesar Rp200 triliun lalu membeli SBN senilai Rp217,1 triliun..
PEMERINTAH mengakselerasi stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 dengan mengatur mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri.
STIMULUS fiskal diyakini akan berdampak terhadap konsumsi rumah tangga pada periode mudik Lebaran 2026 yakni menjadi jendela peluang (window of opportunity) untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Dalam upaya mengatur mobilitas selama libur Lebaran 2026, pemerintah telah menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi para pekerja pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Ekonom menilai ketiadaan diskon tarif listrik pada paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved