Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE), Mohammad Faisal mengungkapkan bahwa potensi kerugian yang terjadi akibat permasalahan yang terjadi beberapa hari belakangan sudah cukup besar karena kerusakan yang dihasilkan sangat destruktif.
"Kita bukan hanya berbicara rumah-rumah yang dijarah, mulai dari Sahroni, Uya Kuya, Eko, dan lain-lain. Tapi juga fasilitas-fasilitas umum yang dirusak, dan juga gedung-gedung DPR, dan lain-lain. Dalam konteks ini penting pemerintah untuk segera melakukan langkah koreksi yang konkret untuk menjawab sumber masalah, keresahan, dan juga ketidakpuasan daripada masyarakat," ucap Faisal saat dihubungi, Minggu (31/8).
Di samping itu, Faisal juga menegaskan bahwa pemerintah harus mengeluarkan pernyataan yang menenangkan, bukan justru menantang atau provokatif.
"Dan itu harus dilakukan ke seluruh jajaran aparat, dan juga pengambil kebijakan pemerintah sampai kepada DPR juga, dan juga aparat penegak hukum, dan tentu saja presiden berperan besar juga di sini. Jadi itu yang harus dilakukan menurut saya, supaya potensi kerugiannya setidak semakin membesar, dan supaya masalah ini juga segera bisa diselesaikan dengan kepala dingin," pungkas Faisal. (E-4)
ANALIS politik senior sekaligus Direktur Eksekutif LPI, Boni Hargens, mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba membenturkan rakyat dengan aparat keamanan.
Kehilangan satu nyawa dalam kondisi yang tragis tentu menjadi pengingat bagi kita semua, betapa pentingnya menjunjung tinggi keselamatan, kemanusiaan.
PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan keamanan negara.
CIVITAS akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya gelombang unjuk rasa hingga mengakibatkan korban yang terjadi beberapa hari ini.
AKSI demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah sejak Jumat hingga Minggu (31/8) dini hari menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan masyarakat.
ANALIS politik senior sekaligus Direktur Eksekutif LPI, Boni Hargens, mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba membenturkan rakyat dengan aparat keamanan.
Kehilangan satu nyawa dalam kondisi yang tragis tentu menjadi pengingat bagi kita semua, betapa pentingnya menjunjung tinggi keselamatan, kemanusiaan.
PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan keamanan negara.
Terkait dengan IHSG, investor pasti akan melihat kejadian dalam dua hari ini sebagai sentimen negatif yang akan menyebabkan capital outflow.
AKSI demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah sejak Jumat hingga Minggu (31/8) dini hari menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan masyarakat.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved