Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Rea Kaltim Plantations (REA) terus memperkuat implementasi program Shines (Smallholder Inclusion for Ethical Sourcing) untuk meningkatkan kesejahteraan petani swadaya.
Hal itu dilakukan dengan memberdayakan lebih dari 600 petani swadaya di Kutai, Kaltim, untuk memperoleh sertifikasi RSPO dan memenuhi ketentuan EUDR, melalui penggunaan alat ketertelusuran dan penilaian kebun.
“Inklusi petani swadaya ialah kunci menuju pembangunan berkelanjutan.
Shines merupakan inisiatif yang memiliki landasan bisnis kuat, yang menyatukan para pemangku kepentingan di seluruh rantai nilai untuk mendorong perubahan transformatif, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat integritas rantai pasok,” kata Group Chief Sustainability Officer REA Bremen Yong.
Diluncurkan pada Oktober 2024, program Shines melibatkan kolaborasi dengan mitra korporasi untuk mendorong perubahan transformatif dan memperkuat tanggung jawab bersama di seluruh rantai pasok.
Dia mengatakan melalui intervensi program, REA memastikan bahwa para produsen mematuhi regulasi internasional dan memperoleh akses yang lebih baik terhadap peluang ekonomi.
Pada program itu, sejumlah koperasi petani swadaya menerima pelatihan, dukungan teknis, dan insentif pasar bagi yang memenuhi ketentuan EUDR dan standar industri. "Dukungan ini untuk memastikan kepatuhan jangka panjang serta membuka akses pasar berkelanjutan bagi petani," kata Bremen.
Sebagai bagian dari komponen ketertelusuran dan kepatuhan program ini, REA menggandeng Koltiva, perusahaan agritech asal Swiss-Indonesia, untuk memberi dukungan teknis dalam pemetaan poligon lahan, evaluasi kebun, dan penerapan platform penelusuran KoltiTrace.
"Solusi menyeluruh ini membantu lebih dari 600 petani swadaya dalam memastikan kepatuhan penuh terhadap persyaratan EUDR," ucapnya.
CEO dan Co-Founder Koltiva Manfred Borer mengatakan kolaborasi Koltiva dan REA menegaskan komitmen dalam membangun rantai pasok minyak sawit yang tangguh dan berkelanjutan.
"Dengan mengintegrasikan penilaian kebun, adaptasi teknologi melalui KoltiTrace, serta pelatihan tentang Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP), membantu para produsen menghadapi lanskap regulasi yang terus berkembang sekaligus meningkatkan prospek ekonomi mereka dalam jangka panjang,” tambahnya.
Terkait program ini, platform KoltiTrace milik Koltiva digunakan untuk memetakan dan memverifikasi poligon lahan pertanian di 10 koperasi di Kalimantan Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap program Shines. "Program ini bertujuan melindungi hingga 10 ribu hektare kawasan hutan serta mendukung 6 desa sasaran melalui inisiatif keanekaragaman hayati dan penghidupan."
"Petani swadaya pun akan memperoleh insentif pasar, pelatihan digital, dan dukungan pembayaran sebagian guna memenuhi regulasi Uni Eropa dan mengamankan akses pasar jangka panjang," pungkasnya.
Jusupta Tarigan, Impact Program Manager untuk Sektor Minyak Sawit di Koltiva menyatakan program Shines memberikan dampak transformatif bagi penghidupan petani swadaya serta produksi minyak sawit berkelanjutan, dengan menjembatani kesenjangan antara produsen dan tuntutan pasar global.
REA merupakan produsen minyak sawit yang berkomitmen terhadap produksi berkelanjutan dan inklusif sejak 1989. Sebagai anak perusahaan R.E.A. Holdings PLC yang terdaftar di Bursa Efek London, REA memiliki wilayah operasi di Balikpapan dan sekitar Kalimantan Timur. (H-2)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Pelatihan pengembangan manajemen meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia.
EDP PPM Manajemen terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi para profesional lintas industri.
SYAIFULLAH, 39, warga Desa Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa timur, terlihat serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved