Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami peningkatan signifikan pada 2024. Berdasarkan data AAJU, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa pada 2024 mencapai 154,64 juta orang. "Angka itu mengalami lonjakan 80,1%, jika dibandingkan pencapaian pada 2023 yang sebesar 85,85 juta orang," jelas Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon beberapa waktu lalu.
Melihat peluang tersebut, MSIG Life bersama Bank Sinarmas secara resmi meluncurkan Sinarmas Maxi Life baru-baru ini. Produk asuransi jiwa individu ini dirancang untuk memberikan manfaat warisan pasti dan perlindungan maksimal bagi nasabah, dengan manfaat 100% Uang Pertanggungan jika terjadi risiko Meninggal Dunia maupun saat akhir kontrak (Manfaat Akhir Kontrak).
Kini tersedia pilihan masa perlindungan hingga usia 55 atau 60 tahun, melengkapi manfaat sebelumnya yang hanya tersedia untuk usia 75 dan 100 tahun, serta fleksibilitas memilih masa pembayaran premi dan mata uang sesuai kebutuhan.
Melalui kolaborasi strategis ini, MSIG Life mendukung Bank Sinarmas dalam memperluas jangkauan pasar dan menjawab kebutuhan perlindungan jiwa yang semakin beragam di berbagai segmen nasabah.
Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi MSIG Life dan Bank Sinarmas sebagai mitra tepercaya yang mendampingi masyarakat melangkah lebih percaya diri menuju masa depan dan hidup yang lebih bermakna. (H-2)
Forum diskusi yang mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, serta pelaku industri digelar untuk membahas arah penguatan tata kelola asuransi dan perlindungan nasabah di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan industri jasa keuangan syariah mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, termasuk peningkatan aset pada asuransi syariah.
Survei terbaru mengungkap tren yang jelas: keamanan finansial telah menjadi kekhawatiran utama, mengalahkan isu-isu lainnya.
Tekanan geopolitik global yang meningkat berdampak pada naiknya volatilitas di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
Rendahnya tingkat kepemilikan asuransi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
Forum diskusi yang mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, serta pelaku industri digelar untuk membahas arah penguatan tata kelola asuransi dan perlindungan nasabah di Indonesia.
Angka ini menunjukkan efektivitas strategi underwriting dan manajemen klaim yang disiplin, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dengan prinsip kehati-hatian.
Pepe menegaskan fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan fundamental dan pertumbuhan berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN harus mampu menghadirkan arah strategis, memperkuat inovasi layanan, dan mendorong kinerja berkelanjutan di industri asuransi jiwa nasional.
Semakin cepat program penjaminan polis diberlakukan, semakin cepat pula kepercayaan masyarakat meningkat terhadap industri asuransi.
Perluas ekosistem keuangan digital untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan memperkuat industri asuransi berbasis teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved