Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto meramalkan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada bulan ini.
Menurutnya, di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, terutama akibat polemik perang tarif yang terus berlanjut, kebijakan moneter sebaiknya lebih berpihak pada stabilitas. Hal ini khususnya dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, meskipun inflasi domestik relatif rendah.
"Dengan kondisi tersebut, pilihan terbaik saat ini ialah Bank Indonesia tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75%," ungkap Ryan kepada Media Indonesia, Selasa (22/4).
Bagi pelaku usaha, kata Ryan, kestabilan nilai tukar rupiah sangat penting dalam menyusun strategi pengembangan bisnis, baik bagi eksportir maupun importir.
Dia menambahkan penundaan pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama 90 hari sejak 9 April lalu justru memperpanjang ketidakpastian global. Oleh karena itu, sikap Bank Indonesia yang menerapkan mixed policy atau bauran kebijakan dianggap sebagai langkah yang tepat dan preemptive.
"Dengan bauran kebijakan, diharapkan sektor perbankan dan sektor riil tetap dapat melakukan ekspansi secara terukur, hati-hati, dan terarah," ucapnya.
Para pelaku usaha pun diimbau untuk tetap optimistis tetapi disertai dengan kewaspadaan tinggi agar dapat bersikap akomodatif dan antisipatif terhadap dinamika ekonomi global maupun domestik.
Dihubungi terpisah, pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menuturkan, kebijakan suku bunga acuan BI amat dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau fed fund tate (FFR). Ini karena perbedaan suku bunga tersebut memengaruhi arus modal asing dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Jika The Fed menurunkan suku bunga, seperti yang didorong oleh pernyataan Donald Trump, tekanan terhadap rupiah cenderung mereda. "Ini memberi ruang bagi BI mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneternya, terutama jika inflasi domestik tetap terkendali," jelasnya.
Namun demikian, keputusan BI tidak sepenuhnya mengikuti arah The Fed. BI tetap memperhatikan kondisi domestik seperti inflasi inti, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi.
Meskipun dorongan penurunan suku bunga dari AS bisa memperkuat sentimen dovish secara global, Arianto menegaskan BI masih akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Langkah tersebut sembari menanti kepastian arah kebijakan moneter AS secara resmi pascapernyataan politik Trump yang belum tentu segera diwujudkan The Fed.
"Dalam waktu dekat, BI mungkin akan mempertahankan suku bunga acuan jika melihat potensi volatilitas eksternal masih tinggi," pungkasnya. (I-2)
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah konflik Timur Tengah.
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
BI bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.
Bank Indonesia siapkan strategi atasi credit gap perbankan lewat insentif KLM Rp427,5 triliun dan penurunan BI-Rate untuk dorong kredit menganggur Rp2.506 T.
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan penukaran uang menjelang Lebaran 2026.
Penukaran uang baru BI 2026 tidak dapat diwakilkan. Simak syarat terbaru, jadwal periode 2, dan cara daftar di aplikasi PINTAR BI agar tidak kehabisan kuota.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved