Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN antara Indonesia dan Qatar untuk membentuk dana investasi bersama senilai US$4 miliar dinilai sebagai langkah strategis yang menjanjikan. Namun, realisasi investasi Qatar tersebut masih bergantung pada kesiapan Indonesia dalam menyiapkan proyek yang kredibel dan menarik secara komersial.
Peneliti dari Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan nilai komitmen masing-masing sebesar US$2 miliar dari kedua negara mencerminkan kepercayaan Qatar terhadap potensi ekonomi Indonesia, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, energi, dan hilirisasi industri.
"Besarnya nilai komitmen dari kedua belah pihak menggambarkan kepercayaan dan minat Qatar terhadap potensi ekonomi Indonesia. Namun, peluang realisasi kesepakatan ini masih akan sangat bergantung pada sejumlah prasyarat penting," kata dia, Selasa (15/4).
Yusuf menekankan bahwa Indonesia harus mampu menyediakan pipeline proyek yang tidak hanya kredibel dan terstruktur dengan baik, tapi juga memiliki skema pengembalian investasi yang jelas.
"Selama ini, banyak potensi investasi strategis yang terkendala pada tahap perencanaan atau mengalami hambatan regulasi di tingkat teknis. Jika kita tidak mampu menyodorkan daftar proyek yang feasible dan bankable, maka dana yang dijanjikan berisiko hanya akan berhenti di atas kertas," jelas Yusuf.
Selain kesiapan proyek, menurutnya, pertimbangan komersial akan tetap menjadi penentu utama Qatar dalam merealisasikan investasinya, terlepas dari relasi diplomatik yang positif.
"Qatar, seperti halnya sovereign wealth fund lainnya, akan tetap menempatkan pertimbangan komersial sebagai dasar utama keputusan investasi. Proyek-proyek yang diusulkan tetap harus memenuhi standar return on investment yang kompetitif," tutur Yusuf.
Dalam konteks ini, dia menilai reformasi iklim investasi harus jadi prioritas pemerintah. Mulai dari penyederhanaan perizinan, penataan tata ruang, hingga kepastian dalam penyelesaian sengketa, semuanya harus diperbaiki agar Indonesia tak sekadar jadi tujuan janji investasi.
"Pemerintah perlu hadir dalam memastikan bahwa iklim investasi kondusif. Tanpa itu, kesepakatan strategis seperti ini rentan mandek sebelum benar-benar menghasilkan dampak ekonomi," pungkas Yusuf. (H-3)
Dewan Pers menyoroti perjanjian dagang RI-AS yang berpotensi membuka kepemilikan asing 100% di sektor media dan melemahkan aturan platform digital bagi pers.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Melalui The Indonesia Gateway, XPND menawarkan pendekatan yang menggabungkan perencanaan strategi masuk pasar, pendirian badan usaha, serta kesiapan operasional dalam satu kerangka kerja.
Upaya Indonesia memperluas arus investasi asing terus dipercepat, salah satunya melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang
Terkait sektor logam dan pertambangan, Indonesia memiliki posisi strategis berkat cadangan nikel, bauksit, batu bara, dan berbagai mineral strategis.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif saat berbicara di hadapan para pelaku usaha Amerika Serikat.
Dalam mendukung investor merespons dinamika global dan domestik tersebut, peran institusi keuangan menjadi semakin strategis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, terus mendorong iklim investasi yang ramah dan kompetitif guna menggerakkan perekonomian daerah.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati sejumlah poin utama dalam perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART).
Sinergi antara HKI dan Bappenas dapat menciptakan ekosistem yang semakin kondusif bagi percepatan investasi dan perluasan aktivitas industri.
Agar multiplier effect-nya lebih maksimal, pemerintah perlu mendorong penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dari kisaran skor 6 ke kisaran skor 4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved