Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 26 Maret 2925, dibuka menguat sebesar 8 poin atau 0,05% menjadi Rp16.604 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.612 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan kemarin, kurs rupiah menyentuh angka Rp16.612 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.568 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini menguat dipengaruhi pelemahan indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) menjadi 92,9 dari bulan lalu 100,1 dan ekspektasi 94.
“Kurs rupiah hari ini diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah survei menunjukkan indeks kepercayaan konsumen AS yang turun ke tingkat terendah dalam 12 tahun,” ujar Lukman di Jakarta, Rabu.
Kendati demikian, kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang akan mulai diterapkan pekan depan membatasi penguatan. Walaupun tarif AS masih penuh dengan ketidakpastian karena ada kemungkinan revisi atau memundurkan jadwal penerapan kebijakan tersebut, tetapi hingga saat ini Trump tetap bersikukuh memberlakukan rencana tersebut pada 2 April 2025.
Pasar tak yakin seberapa besar Trump akan berkomitmen terhadap rencana penerapan tarif tersebut, mengingat ia telah mengubah langkah-langkah terhadap Kanada dan Meksiko pada awal bulan ini. Untuk menghadapi berbagai kemungkinan, Tiongkok dan Uni Eropa telah mempersiapkan balasan terhadap AS dan diperkirakan bakal memberlakukan tindakan lebih ketat terhadap tarif timbal balik Trump.
Tensi ketegangan perdagangan global diperkirakan akan meningkat seiring kebijakan tarif timbal balik dari AS, walaupun ada sebagian negara yang mendapatkan keringanan.
Presiden Donald Trump berencana menerapkan pendekatan yang lebih selektif terhadap tarif timbal balik mulai bulan depan. Alih-alih mengenakan pungutan yang luas di seluruh industri, pemerintahan Trump diharapkan untuk fokus pada negara-negara dengan ketidakseimbangan perdagangan yang signifikan dengan AS.
“Kombinasi dari kekhawatiran kebijakan tarif Trump kekhawatiran investor akan perkembangan domestik belakangan ini seperti defisit anggaran, penurunan rating oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs, kontroversi UU TNI (Undang-Undang Tentara Negara Indonesia), dan Danantara menekan mata uang emerging,” ungkap Lukman. (Ant/E-3)
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Update harga Emas Antam Jumat, 30 Januari 2026. Harga 1 gram meroket ke Rp3.168.000 imbas pelemahan Rupiah dan rekor harga spot global.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Cek kurs Rupiah hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Rupiah melemah tajam mendekati Rp16.800 per USD akibat kombinasi sinyal The Fed dan sentimen MSCI. Simak tabel kurs bank lengkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved