Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia telah membentuk Badan Pengelola Investasi menyiapkan Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Lembaga tersebut diproyeksikan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, tak terkecuali bagi sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Ekonom Center of Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Handi Risza menilai kehadiran Danantara seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam pembiayaan industri halal dan keuangan syariah.
"Mungkin kita agak sedikit terlambat merespons dan terlibat dalam pembiayaan industri halal, padahal banyak negara lain sudah lebih dulu melakukannya," ujarnya dalam Disksusi Publik bertajuk Overview Ekonomi Ramadhan secara daring, Jumat (21/3).
Handi menjelaskan bahwa Danantara memiliki benchmarking dengan lembaga serupa di negara lain, seperti Temasek (Singapura) yang kini memiliki aset sekitar Rp4.000 triliun dan Khazanah (Malaysia) yang mengelola Rp9.596 triliun.
"Targetnya, Danantara bisa mengelola sekitar Rp14.000 triliun atau setara dengan US$900 miliar, menjadikannya sovereign wealth fund terbesar ketujuh di dunia, bahkan melampaui Temasek," jelasnya.
Dari sisi pendanaan, pemerintah telah menyiapkan skema bertahap dengan modal awal sekitar Rp326 triliun. Dana ini berasal dari efisiensi keuangan negara, termasuk dari dividen BUMN dan efisiensi anggaran.
Salah satu sektor yang bisa mendapat manfaat besar dari Danantara adalah ekonomi syariah, khususnya industri halal. Data State of Global Islamic Economy Report 2023/24 mencatat pengeluaran konsumen untuk produk dan jasa halal mencapai US$2,29 triliun pada 2022 dengan pertumbuhan tahunan 9,5%.
Handi menuturkan, beberapa sektor utama yang berpotensi mendapat pembiayaan dari Danantara ialah makanan halal dengan potensi US$1,89 triliun pada 2027; fesyen muslim US$428 miliar pada 2027; media dan rekreasi halal US$344 miliar pada 2027; pariwisata ramah muslim US$174 miliar pada 2027; farmasi halal US$142 miliar pada 2027; dan kosmetik halal US$129 miliar pada 2027.
"Jika kita tidak segera mengambil peran sebagai pemimpin di industri halal, kita hanya akan menjadi konsumen, padahal potensi pasar dan sumber daya ada di kita," ujar Handi.
Dia juga menyoroti pertumbuhan pesat ekonomi syariah di Indonesia. Total aset keuangan syariah telah mencapai Rp2.742 triliun per Agustus 2024 dengan market share keuangan syariah yang meningkat dari 9,01% pada 2019) menjadi 11,41% di Agustus 2024.
Sementara itu, sukuk negara kini menyumbang 20,92% dari total Surat Berharga Negara (SBN), dan pembiayaan UMKM oleh perbankan syariah mencapai 8,18%. "Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, tapi akan menjadi arus utama dalam perekonomian nasional," kata Handi.
Karenanya, pemerintah harus memastikan Danantara tidak hanya berfokus pada sektor konvensional, tetapi juga memberikan perhatian besar pada ekonomi syariah. "Kita berharap Danantara melihat sektor keuangan Islam dan industri halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dapat berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional," ujarnya.
Dengan peran strategisnya, Danantara diharapkan mampu menjadi motor utama pembangunan ekonomi nasional. "Jika Danantara berhasil, pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 8%, seperti yang diharapkan oleh Presiden Prabowo," pungkas Handi. (Mir/M-3)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved