Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Center of Reform on Economics (Core) Eliza Mardian mendorong pemerintah segera memprioritaskan peningkatan produktivitas dan menaikkan indeks pertanaman (IP). Lewat cara itu, target pemerintah menyetop impor beras mulai 2025 dapat terwujud.
"Peningkatan produktivitas ini caranya lewat intensifikasi dengan penggunaan varietas benih unggul yang tinggi produktivitas, tahan hama penyakit, dan tahan terhadap dampak perubahan iklim, serta didukung dengan manajemen hama penyakit terpadu dan pola tanam," katanya saat dihubungi, Rabu (27/11).
Untuk menaikkan IP, sambungnya, pemerintah bisa membangun dan merevitalisasi irigasi yang sudah rusak.
Dalam kalkulasinya, pemerintah mesti menyediakan 34 juta ton beras tiap tahunnya agar impor tak perlu dilakukan lagi. Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sebanyak 31 juta ton dan cadangan pemerintah sebanyak 10% dari jumlah konsumsi tersebut.
"Karena jika produksinya sama dengan konsumsinya, ini tetap akan mengancam stabilitas karena kita perlu cadangan pangan untuk mengawali awal tahun pada saat belum panen raya," terang Eliza.
Ditemui di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengimpor beras pada tahun depan.
"Tahun depan, mudah-mudahan kalau impor pun sedikit, kita akan berusaha tidak impor. Tapi kalau impor, itu pun sedikit," tuturnya, Selasa (26/11). (E-2)
Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi.
Peringatan 100 tahun Bendung Walahar bukan hanya refleksi sejarah, tetapi juga momentum mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan air nasional.
KENGERIAN baru muncul dari Darfur, Sudan Barat, setelah kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) merebut kota El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk disebut tak lagi ada
I Made Sutrisna, 49, petani dari Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar menyambut baik rehabilitasi sejumlah irigasi di Bali yang dapat membawa manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Kementerian PU terus mensuport pembenahan fisik irigasi sekunder dan tersier sektor pertanian, berkolaborasi dengan petani penerima manfaat dari sumber irigasi primer
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved