Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA perdagangan sore ini, Senin (11/11), rupiah ditutup melemah 17,5 poin menjadi Rp15.689,5 per dolar Amerika Serikat (AS). Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengaitkan pelemahan mata uang garuda dengan laporan Bank Indonesia mengenai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2024 yang berada di angka 121,1. IKK ini mengalami perlambatan yang signifikan jika dibandingkan September 2024 yang mencapai 123,5.
"Sebagai catatan, ini adalah level terendah sejak Desember 2022," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Senin (11/11).
BI, lanjutnya, mengeklaim IKK Oktober masih tetap terjaga seiring dengan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan. Survei Konsumen BI ini juga mencatat pada Oktober 2024 keyakinan konsumen tercatat tetap optimis pada seluruh kategori pengeluaran. Peningkatan IKK tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta. Berdasarkan usia, IKK meningkat pada kelompok usia 20-30 tahun.
Dalam survei konsumen ini, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Oktober 2024 tercatat masing-masing sebesar 109,9 dan 132,4. Pada Oktober 2024, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat, tecermin dari IKE Oktober 2024 sebesar 109,9.
Dari faktor eksternal, pelemahan rupiah dipicu menguatnya indeks dolar AS. Sejumlah pejabat The Fed akan berpidato minggu ini mengenai arahan tentang prospek suku bunga. Data juga akan berpengaruh karena harga konsumen AS yang membaik. Semua ini dipandang sebagai hal yang menguntungkan bagi dolar dalam jangka panjang, meskipun belum terlihat seperti apa kebijakan Donald Trump yang sebenarnya akan diterapkan.
Selain itu, lanjut Ibrahim, ringkasan pendapat dari pertemuan kebijakan Bank of Japan pada Oktober menunjukkan beberapa anggota tidak yakin kapan harus menaikkan suku bunga lagi mengingat volatilitas pasar, sehingga mengurangi kemungkinan kenaikan pada bulan Desember.
Keputusan itu tidak akan dipermudah oleh ketidakpastian politik karena anggota parlemen Jepang akan memutuskan apakah Perdana Menteri Shigeru Ishiba tetap menjadi pemimpin setelah koalisinya kehilangan mayoritas parlemen akhir bulan lalu. (Z-9)
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai indeks dolar AS (U.S. Dollar Index/DXY) masih bergerak dalam gejolak (volatile).
PENUNJUKAN Thomas Aquinas Muliatna (AM) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi menekan pasar keuangan domestik, khususnya nilai tukar rupiah.
Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menyatakan pemerintah percaya penuh terhadap langkah dan strategi bank sentral.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan pelemahan nilai tukar rupiah dipicu isu pencalonan Thomas A. M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai peluang pembalikan tren pelemahan rupiah dalam jangka pendek hingga menengah masih terbuka.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyampaikan bahwa usulan rumah subsidi seluas 18 meter persegi bersifat sebagai opsi tambahan, bukan menggantikan regulasi sebelumnya.
INDEKS Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2025 mencatatkan peningkatan tipis dari bulan sebelumnya.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2024 tercatat sebesar 127,7. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 125,9.
BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 yang tercatat naik, yaitu 125,9 dari posisi sebelumnya 121,1.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved