Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 300 profesional perbankan dari Asia-Pasifik menghadiri acara Temenos Regional Forum 2024 yang berlangsung pada akhir Agustus lalu. Pertemuan tersebut membahas masa depan industri perbankan di kawasan regional, termasuk di Indonesia.
Dalam sesi utama tentang "ASEAN Banking Trends and Opportunities" yang dimoderatori Presiden The Asian Banker Global Foo Boon Ping, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Yosamartha menyoroti tiga aspek tren perbankan di ASEAN, yaitu infrastruktur, industri, dan inovasi.
"Infrastruktur berfokus pada keamanan siber, industri pada penguatan peran nonbank, dan inovasi pada peningkatan inklusi keuangan," terangnya.
Baca juga : Perbankan Mesti Manfaatkan Kecerdasan Buatan
Sesi ini juga menekankan perlunya bank untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan seperti ketegangan geopolitik dan utang yang tinggi, termasuk menggarisbawahi pentingnya teknologi dalam memanfaatkan peluang masa depan.
Dalam sesi "Revolutionizing Banking with Generative AI", Arsitek Utama Senior di Temenos Ermes Dajko menerangkan, AI generatif dapat membantu perbankan dengan meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan melalui ekstraksi data untuk keputusan yang akurat.
"AI generatif dapat menganalisa teks peraturan untuk mengurangi beban kerja dan biaya, mempersonalisasi layanan berdasarkan kebutuhan individu, juga memastikan keamanan dengan menekankan kebutuhan bank untuk mengendalikan data dan model AI mereka," kata Ermes.
Baca juga : Pemanfaatan Credit Scoring dan AI Tingkatkan Layanan Pembiayaan Berkelanjutan BPR dan BPRS
Ia menganjurkan perbankan mengintegrasikan AI generatif untuk mendefinisikan ulang hubungan pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Managing Director APAC Temenos Ramki Ramakrishnan menambahkan, pendekatan Temenos telah dipakai di lebih dari 150 negara, di semua segmen perbankan, termasuk ritel, korporat, dan manajemen kekayaan. Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Indonesia, menggunakan solusi Temenos untuk produk ritel dan keuangan mikro.
Dalam "Banker's Panel-Future of Banking in Indonesia”, Head of Digital Banking Group PT Bank Syariah Indonesia Riko Wardhana memprediksi peningkatan transaksi perbankan yang signifikan.
Baca juga : Amar Bank Resmi Terapkan Sistem Pembayaran BI-Fast
Jika sebelumnya mobile banking digunakan terutama untuk transfer, kini dan di masa mendatang mobile banking juga digunakan untuk membeli tiket, berbelanja di platform e-commerce, dan lain sebagainya.
Selain itu, personalisasi akan menjadi tren perbankan masa depan. Banyak nasabah senang menerima penawaran khusus dari bank yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Bank BSI telah bermitra dengan Temenos untuk memperbarui sistem perbankan, beralih dari modul lama ke pendekatan model bank baru dengan arsitektur modern," terangnya.
Kolaborasi dengan Temenos, sambungnya, memainkan peran penting dalam membantu bank meningkatkan teknologi perbankan inti mereka, termasuk memperkenalkan solusi perbankan syariah yang lebih canggih dan mengadopsi teknologi modern, seperti cloud dan layanan mikro.
The Temenos Regional Forum 2024 ASEAN dihadiri oleh 215 bankir, 16% di level CxO dan 38% di level pimpinan bisnis atau lebih tinggi. Total peserta dari acara yang diselenggarakan oleh perusahaan dengan tagline "Customer Centricity, Innovation, and Compliance in the Age of AI" tersebut adalah 318 orang. (E-2)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved