Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dukungan untuk kelas menengah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6%-7%. Hal itu tertuang dalam Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)2025-2045.
"Supaya bisa mencapai 6%-7%, salah satu syaratnya adalah kita harus juga mempertebal kelas menengah," ujarnya usai berdialog dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan lima mantan Menko Perekonomian dan pejabat lainnya di Kemenko Perekonomian, Selasa (27/8).
Amalia menyebut kelas menengah Indonesia saat ini sekitar 17%. Nantinya secara bertahap menjadi di atas 20% dalam lima tahun ke depan. Kemudian di tahun 2045 diharapkan menjadi 80%.
Baca juga : Aruna di Simposium ERIA Bersama Menko Perekonomian: Konvergensi Digital Dimulai dari Langkah Simpel
"Jadi proporsi kelas menengah tahun 2045 juga diharapkan mencapai 80%. Karena kan kelas menengah ini menjadi bantalan dari perekonomian, kalau supaya kokoh perekonomian maka kelas menengahnya harus tebal," imbuhnya.
Dia mengatakan kebijakan untuk memperkuat kelas menengah akan berlangsung di dalam jangka menengah dan panjang, sesuai dengan targetnya RPJPN. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk mendukung mslalu berbagai kebijakan, termasuk membuka lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan.
"Ya tentunya kan industrialisasi menjadi penting, kita harus menciptakan middle class jobs atau lapangan pekerjaan untuk yang berkelas menengah, jadi itu disebut middle class jobs. Itu menjadi penting supaya nanti yang tadinya informal bisa graduate menjadi formal, kemudian pendapatan juga bisa naik kelas menjadi kelas menengah," terangngya.
"Sebenarnya kan ini kita punya aspiring middle class yang sekitar 50%, ini tugas kita dalam RPJPN adalah bagaimana menaikkan aspiring middle class menjadi middle class. Aspiring itu kan hampir mau dia menjadi middle class, nah ini ada 50% yang punya potensi yang kita naikkan menjadi middle class," tandasnya.
Adapun, kelima mantan Menko Perekonomian yang hadir adalah Dorodjatun Kuntjoro-Jakti periode 2021-2004, Aburizal Bakrie periode 2004-2005, Sri Mulyani periode Mei -Agustus 2008, Chairul Tanjung periode Mei-Oktober 2014 dan Darmin Nasution periode 2014-2019. Selain itu, hadir pula Wamen Kemenkeu 1 Suahasil Nazara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani dan perwakilan pejabat dari sejumlah lembaga. (Z-11)
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
ASURANSI jiwa seumur hidup dihadirkan untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemegang polis seumur hidup. Ini menyasar kelas menengah yang pasarnya belum tersentuh.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved