Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) bukan lagi sekadar pilihan bagi Indonesia. Dalam terget menuju net zero emision, EBT merupakan keharusan alias harga mati sehingga berbagai upaya percepatan wajib dilakukan.
"Kita mau tidak mau masuk energi baru terbarukan. Energi baru terbarukan bukan pilihan, sekali lagi tapi keharusan," ujarnya dalam Symposium Energy Insecurity dan Strategi Penanggulangannya yang digelar di Ballroom NasDem Tower, Selasa (20/8).
Untuk menjadi negara maju, tentu pengembangan EBT merupakan salah satu unsur penting. Sebab, energi yang saat digunakan sudah sangat terbatas dan tidak ramah lingkungan. Komitmen menuju net zero emision perlu terus diperkuat dalam berbagai kebijakan pemerintah.
Baca juga : Komitmen terhadap EBT, BREN Dapat Sentimen Positif
Sugeng mengatakan bahwa sebagai negara yang besar, Indonesia dikaruniai sumber EBT yang luar biasa besar. Berada di garis khatulistiwa, sumber energi dari matahari bisa dikonversi dalam skala listrik kurang lebih 3.000 GW. Begitu pula dengan panas bumi karena letak geografis yang berada di tingkat of fire.
"Kita ada di ring of fire tapi di sisi lain punya potensi panas bumi yang besar. Kita punya air misalnya di Membramo Papua itu ada potensi 30 GW, di Kahayan kurang lebih 9 GW nanti di IKN diambil dari Kahayan," jelasnya.
"Inilah potensi besar energi baru terbarukan yang mau tidak mau harus masuk karena sekali lagi net zero emision. Di sisi lain kita membutuhkan energi yang besar tapi harus energi yang bersih yang berkesinambungan," sambung Sugeng.
Baca juga : PGEO Berperan Penting Sediakan Energi Panas Bumi
Selain itu, lanjutnya, ada energi nuklir yang perlu dikembangkan. Sebab, hampir mustahil mencapai net zero emision tanpa nuklir. Meski demikian, masih banyak persoalan yang harus dituntaskan sebelum benar-benar mengembangkan energi yang paling bersih itu, seperti uranium yang menjadi sumber energi nuklir.
"Nuklir bukan lagi pilihan terakhir tetapi menjadi opsi sebagaimana energi yang lain. Sehingga pemerintah telah melakukan percepatan-percepatan untuk membentuk institusi nuklir," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sugeng mengatakan bahwa Indonesia saat ini belum terdampak trilema energi. Pasalnya, energi seperti minyak bumi masih banyak yang diimpor. Ketergantungan impor minyak itu pun mempengaruhi ekonomi Indonesia.
"Lifting minyak kita 600 ribu barel/ hari, konsumsi minyak kita 1,4 juta barel/ hari sehingga sehari kurang lebih kita impor 800 ribu barel. Aman tergantung impor itu belum tahan dalam istilah trilema energi," kata dia.
Dia menambahkan Ketua DPP NasDem Surya Paloh sangat konsen terhadap isu energi karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga berbagai upaya percepatan EBT selalu didukung NasDem. (Z-11)
Prabowo bahas arah baru kebijakan energi dan ekonomi dalam rapat terbatas virtual. Pemerintah merespons tekanan global yang terus berubah.
Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dari seluruh potensi yang tersedia, ruang pertumbuhan masih sangat luas.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
PEMERINTAH tengah menyiapkan kebijakan efisiensi kerja, termasuk opsi penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi sektor tertentu.
Penghematan energi dapat dicapai dengan menekan energi yang terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi, kondisi kendaraan, dan beban muatan.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Di Kalsel potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mega watt yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air, biogas serta biomassa.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved