Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BEA Cukai Kudus bersama Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah, DIY, dan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II berhasil mengungkap jaringan peredaran pita cukai palsu di wilayah Jawa Tengah.
Dalam operasi ini, Bea Cukai menyita ratusan pita cukai palsu, puluhan karung tembakau, serta menahan tiga tersangka yang berperan sebagai pembeli, penjual, dan penyedia.
Baca juga : Temui Petani Tembakau, Ganjar Proyeksikan Jateng Sebagai Pusat Tembakau Nasional
Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Lenni Ika Wahyudiasti menjelaskan bahwa operasi ini dimulai dari informasi tentang pemasokan pita cukai palsu dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Menanggapi informasi tersebut, tim gabungan segera melakukan operasi di jalur distribusi dan berhasil menghentikan sebuah mobil pikap pada Rabu, 12 Juni 2024, pukul 00.15 WIB, di jalan raya Pati-Kudus KM. 4, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
“Dalam pemeriksaan, tim Bea Cukai menemukan 749 lembar pita cukai yang diduga palsu tersembunyi di belakang kursi penumpang serta 10 karung tembakau di bak belakang kendaraan,” jelas Lenni.
Baca juga : Dukung Industri Hasil Tembakau, Pemerintah Tetapkan Aturan Aglomerasi Pabrik
Lebih lanjut, Lenni mengungkapkan bahwa kasus ini melibatkan lebih dari satu pihak. Berdasarkan bukti awal yang cukup, pemilik barang, MN (57), ditetapkan sebagai tersangka, sementara sopir AK (45) dan penumpang AS (46) dijadikan saksi. Dari keterangan MN, barang ilegal tersebut didapatkan dari M (52) yang berdomisili di Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara, yang ternyata juga mendapatkan barang dari K (47) yang beralamat di Sembungharjo, Genuk, Kota Semarang.
Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu MN, M, dan K. Berkas perkara mereka telah diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati dan dinyatakan lengkap pada Selasa, 30 Juli 2024.
Pada Kamis, 8 Agustus 2024, seluruh barang bukti dan tersangka diserahkan oleh Bea Cukai Kudus kepada Kejari Pati untuk proses hukum selanjutnya.
Baca juga : Undang 100 Perusahaan se-Jateng, Bea Cukai Bahas Audit Kepabeanan dan Cukai
“Negara berpotensi kehilangan pendapatan dari cukai,
PPN, dan pajak rokok akibat tindakan ini, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp222.156.396,00,” ujar Lenni.
Lenni juga memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Pati dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan kasus ini.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam kegiatan jual beli atau distribusi rokok ilegal karena tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga bisa berujung pada sanksi pidana dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.
“Segera laporkan kepada Bea Cukai jika mengetahui adanya upaya peredaran rokok ilegal,” tutup Lenni. (Z-10)
Bea Cukai Kudus kawal tuntas kasus pita cukai palsu dari penangkapan hingga vonis pengadilan, dengan potensi kerugian negara capai Rp1,3 miliar.
Penindakan ini merupakan bentuk sinergi Bea Cukai, Polisi, dan TNI sebagai perwujudan fungsi Bea Cukai sebagai community protector.
Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di 32 daerah di Jawa Tengah Kamis (26/3) dan dapat menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi serta air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1 meter
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
SEJUMLAH pemudik yang melintasi Jawa Tengah (Jateng) pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 memberikan apresiasi terhadap kondisi infrastruktur jalan serta layanan yang disiapkan.
MEMASUKI musim arus balik Lebaran 2026, volume penumpang kereta api di Stasiun Tegal, Jawa Tengah, masih menunjukkan angka yang tinggi.
POSKO Mudik Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) layani pemudik tetap bugar menuju kampung halaman di momen libur Lebaran 2026.
TIM Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah atau Jateng melaksanakan kegiatan disposal atau pemusnahan bahan peledak di wilayah Semarang, Minggu (22/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved