Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyayangkan peraturan dari pemerintah yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan impor ilegal sampai dengan saat ini.
"Jadi kami menyimpulkan bahwa (peraturan) direvisi karena tidak menemukan masalah sebenarnya, tidak menemukan masalah sesungguhnya. Karenanya, dalam waktu singkat direvisi lagi, diterbitkan, ternyata tidak menyelesaikan masalah, kemudian direvisi lagi," ucap Alphonzus saat ditemui di Jakarta pada Jumat (5/7).
Lebih lanjut Alphonzus menyebut bahwa saat ini masalah impor ilegal masih terus menjadi salah satu penghambat pertumbuhan industri ritel di Indonesia.
Baca juga : Jadi Sektor yang Paling Terpukul Akibat Impor Ilegal, Asosiasi Ritel Dukung Permendag 36/2023
"Jadi teman-teman masih ingat beberapa waktu yang lalu selalu saya bicara ada ancaman stagnasi pertumbuhan industri ritel di Indonesia setelah Idul Fitri. Kalau Idul Fitri pasti di Indonesia itu puncaknya, tetapi setelah Idul Fitri akan terjadi ancaman potensi stagnasi pertumbuhan ritel di Indonesia dan terjadi," terangnya.
Hal tersebut terbukti dari beberapa department store yang kondisinya saat ini sudah tutup outlet. Kondisinya saat ini juga semakin menjadi perdebatan antara barang impor dan lokal.
Ada potensi stagnasi pertumbuhan industri ritel, sambung dia, disebabkan pemerintah saat ini hanya fokus membuat aturan dan ketentuan untuk pembatasan impor.
"Yang terkena ialah impor barang resmi yang dilakukan oleh para pelaku usaha yang sudah terdaftar resmi, bayar pajak melakukan prosedur impor secara resmi, dan sebagainya. Itu yang dijaga, yang dibatasi, dibikin peraturannya lebih ketat, tetapi impor ilegalnya sama sekali tidak pernah disentuh," sebutnya.
Ia menegaskan bahwa peraturan pembatasan impor yang telah dikeluarkan pemerintah seperti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 sampai dengan Permendag 8 tidak pernah sama sekali menyentuh impor ilegal. "Jadi akhirnya Permendag atau peraturan apapun yang diterbitkan jadi masalah terus, karena tidak menyentuh persoalan yang sebenarnya di impor ilegalnya itu," pungkasnya. (Z-2)
Melalui pantauan satelit bisa diketahui dengan mudah jika terjadi alih fungsi hutan.
Akan terjadi kerusakan harga dan juga mental dari para petani apabila mereka mendengar kabar adanya beras impor yang masuk saat mereka sedang memasuki musim tanam.
Harus ada koordinasi yang matang dan komprehensif antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan pemerintah
Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam satu hari, yakni narkotika seberat sekitar 475 gram dan 96 botol minuman beralkohol ilegal tanpa pita cukai.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai impor pakaian bekas melonjak tajam dari US$44 ribu (8 ton) pada 2021 menjadi US$272 ribu (26,22 ton) pada 2022.
Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta melakuakan sidak ke empat lokasi parkir off street yang tidak berizin.
Bawang bombai ilegal tersebut diketahui berasal dari Belanda dan masuk ke Indonesia melalui Malaysia sebelum akhirnya diselundupkan ke dalam negeri.
POLRESTA Barelang menyelidiki kasus penyelundupan balpres baju impor ilegal di dua kontainer yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan terstruktur di Batam
Langkah tegas Menkeu Purbaya tersebut dilihat sebagai kebijakan yang bersifat strategis dan sangat penting dengan multiplier effect (efek berganda),
Asosiasi tekstil menyurati Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membahas langkah penyelamatan industri tekstil nasional akibat maraknya praktik impor ilegal dari Tiongkok
Jumhur menyampaikan hikmah dari penerapan tarif imbal balik atau resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% terhadap barang impor dari Indonesia.
Masyarakat saat ini cenderung beralih mengonsumsi barang dengan harga satuan rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved