Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
EQUITIES Specialist DBS Group Research, Maynard Arif menyebut bahwa pihaknya memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5 persen di 2024.
"Kalau kita lihat sebetulnya 5% itu bagus terutama ketika dibandingkan dengan negara-negara maju," ucap Maynard saat ditemui di Jakarta pada Rabu (3/7).
Lebih lanjut, Maynard memprediksi bahwa perekonomian di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Eropa sebagian besar akan mengalami perlambatan.
Baca juga : Ini 5 Dampak Situasi Global yang Mesti Diwaspadai Pebisnis
"Untuk Eropa mungkin agak sedikit berbeda karena kondisinya sudah terpuruk dan mungkin mereka akan pertumbuhannya lebih baik. Tapi Jepang dan Amerika kita lihat pertumbuhannya akan melemah, jadi secara pertumbuhan ekonomi global kita melihat ke depan pertumbuhannya mungkin masih tetap slow dan membuat negara-negara berkembang pertumbuhannya aktif," ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi inflasi, Maynard melihat bahwa tren inflasi Indonesia masih tetap relatif rendah walaupun ada beberapa perbedaan di beberapa negara berkembang dan juga negara lain.
"Kalau Indonesia kita melihatnya inflasi mungkin bisa turun dengan pandangan harga-harga komoditas yang turun dan harga minyak yang turun. Tapi untuk beberapa negara mungkin belum tentu turun juga, tapi kecenderungannya tren inflasi akan menurun tahun depan dan ini juga yang membuat kita melihat kondisinya cukup baik untuk penurunan suku bunga. Jadi tahun depan kita jug melihat tren suku bunga juga akan menurun secara keseluruhan," terang dia.
Baca juga : Manufaktur AS Naik untuk Pertama Kali sejak September 2022
Namun, ia mengingatkan bahwa terdapat tantangan yang harus dihadapi Indonesia menjelang semester II di tahun ini. Salah satunya adalah pemilihan presiden di Amerika yang pastinya nanti akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian, bukan hanya Indonesia saja tapi juga perekonomian global.
"Kalau kita lihat kemarin dari debat yang pertama tampaknya Trump kemungkinan bisa menang. Jadi kita juga harus bersiap mungkin ada perubahan dari sisi policy yang akan diambil ketika Trump menang," tandasnya.
Sebab, apabila Trump memenangkan pemilihan presiden tersebut, ia memprediksi bahwa kemenangan Trump akan membawa efek positif ke perekonomian Amerika, dan justru menjadi tantangan untuk perekonomian Indonesia.
"Jadi semua masih boleh dibilang belum pasti dan ini juga akan mungkin menjadi ketidakpastian juga untuk perekonomian global dan perekonomian Indonesia," pungkas Maynard. (Fal/Z-7)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved