Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN hanya pertumbuhan jumlah akuntan publik di Indonesia yang dikejar, kualitasnya juga sangat penting. Karena itu, profesi akuntan publik harus senantiasa menjalankan praktik bukan saja sesuai perundang-undangan di Indonesia, melainkan juga kode etik profesional dan standar profesional yang menggunakan rujukan dari IAASB-IFAC.
Imbauan itu disampaikan Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Hendang Tanusdjaja. "Imbauan peningkatan kompetensi ini tidak lepas dari penandatanganan ASEAN Mutual Recognition Arrangement Framework on Accountancy Services (MRA Framework)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4).
MRA Framework menyatakan bahwa anggota IAPI yang memiliki gelar Certified Public Accountant (CPA) dapat berkiprah pada bidang akuntansi di tingkat regional ASEAN. Tentu saja hal tersebut harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, salah satunya tergabung dalam ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA) yang dapat mendaftar melalui IAPI.
Baca juga : Piala Asia U-23: Indonesia Satu-satunya Wakil ASEAN di Semifinal
Menurut Ketua Komite Keanggotaan dan Advokasi IAPI Habib Basuni, saat ini jumlah akuntan publik di Indonesia sebanyak 1.598 orang. Jumlah ini tentu belum sebanding dengan kebutuhan. Artinya, profesi yang satu ini masih sangat menjanjikan karena pasar akuntan publik belum tergarap sepenuhnya.
"Pangsa pasar akuntan publik masih sangat terbuka lebar tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri," tutur Habib Basuni.
Untuk memperkuat kepercayaan, IAPI menyelenggarakan Pelatihan Profesional Berkelanjutan (PPL) bagi para akuntan publik. PPL bertujuan meningkatkan kompetensi para akuntan publik dengan membahas isu-isu terkini di bidang akuntansi dan keuangan. (Z-2)
Keberhasilan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih penghargaan ASEAN Green Hotel Standard menjadi pencapaian baru sekaligus bentuk validasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved