Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berupaya untuk terus mengakselerasi ekosistem industri semikonduktor sebagai mesin ekonomi dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Karenanya, pengambil kebijakan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Semikonduktor Indonesia.
"Ini untuk menjawab kebutuhan industri semikonduktor yang semakin berkembang pesat serta menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi selaku Ketua Tim Pelaksana Satgas saat memimpin pertemuan Kick-Off Meeting Satgas Penyiapan Ekosistem Semikonduktor seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (28/3).
"Dengan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, Satgas ini diharapkan dapat mempercepat serta mendorong terwujudnya kerja sama konkrit dalam pengembangan industri semikonduktor di Indonesia," lanjutnya.
Baca juga : Pemkab Sumedang Kirim Tenaga Kerja ke Korea Selatan
Pengembangan industri semikonduktor di Indonesia diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di berbagai sektor manufaktur yang memerlukan semikonduktor, termasuk elektronika seperti perangkat otomotif (mencakup electric vehicle), industri, rumah tangga, komunikasi, transportasi, hingga peralatan medis.
Edi menambahkan, Satgas Semikonduktor menekankan sinergi seluruh stakeholders untuk merumuskan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong investasi dalam industri semikonduktor.
Pengukuhan Satgas Semikonduktor ditetapkan melalui Keputusan Menko Perekonomian (Kepmenko) 16/2024 tentang Satuan Tugas Penyiapan Ekosistem Semikonduktor Indonesia pada tanggal 4 Januari 2024.
Baca juga : Bank Indonesia Ungkap Strategi Jaga Ketahanan Ekonomi
Keberadaan Satgas juga diharapkan mampu menjawab tantangan digitalisasi yang saat ini membawa dunia pada konstelasi permintaan yang tinggi pada produk elektronika. Kebutuhan Indonesia terhadap produk-produk elektronika juga diperkirakan meningkat pesat seiring dengan target peningkatan pendapatan per kapita pada visi Indonesia 2045.
Dalam perjalanan menuju pengembangan industri semikonduktor di Indonesia, kebutuhan akan peningkatan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat mendasar. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalam bidang teknologi semikonduktor di Indonesia menjadi prioritas utama demi menjaga daya saing dan kemandirian industri semikonduktor Tanah Air.
Dengan memperkuat investasi dan perhatian pada pengembangan sumber daya manusia, Satgas Semikonduktor bertekad untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang terampil dan berkualitas siap mendukung pertumbuhan industri semikonduktor yang berkelanjutan dan inovatif.
"Jerman memiliki keahlian dan pengalaman yang luas dalam industri semikonduktor, dan kami siap membantu pelajar dan tenaga ahli di Indonesia untuk mendapatkan kesempatan pelatihan, pendidikan lanjutan dan bahkan kesempatan magang di perusahaan semikonduktor terkemuka Jerman," tutur Dubes RI di Jerman Arief Havas Oegroseno. (Mir/Z-7)
Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong peralihan menuju produksi semikonduktor yang bernilai tambah tinggi dan membuka peluang ekonomi baru.
Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif impor barang Taiwan menjadi 15% sebagai imbalan investasi semikonduktor senilai US$250 miliar untuk kemandirian teknologi.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat dan Jerman bakal bangun pabrik semikonduktor di Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Pemerintah Belanda mengambil alih kendali Nexperia, produsen chip milik Tiongkok, guna menjaga pasokan semikonduktor dan melindungi keamanan ekonomi Eropa.
Tiongkok resmi memperketat ekspor logam tanah langka, elemen penting untuk teknologi tinggi.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved