Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADER Tokocrypto Fyqieh Fachrur memperkirakan aset kripto Bitcoin (BTC) kemungkinan berpeluang kembali ke level all-time high (ATH) sebelum memasuki wilayah overbought atau keadaan jenuh beli.
"Pembacaan RSI 14 Harian menunjukkan BTC kemungkinan besar akan kembali ke ATH 73.808 dolar AS sebelum memasuki wilayah overbought," kata Fyqieh seperti dilansir dari Antara, Senin (25/3).
Namun, apabila penurunan kembali terjadi dan melewati level 65.000 dolar AS, Fyqieh mengatakan hal ini dapat membuat Bitcoin bergerak ke level support 64.000 dolar AS.
Baca juga : Bappebti Optimistis Tren Positif Pasar Kripto Terus Berlanjut
Analisis teknikal Bitcoin telah berada jauh di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari dan 200 hari yang menegaskan sinyal harga bullish.
Tokocrypto memperkirakan, penembusan harga Bitcoin di atas level resistensi 69.000 dolar AS akan mendukung pergerakan menuju ATH 73.808 dolar AS. Kembalinya ke ATH bahkan dapat membuat kenaikan mencapai level 75.000 dolar AS atau sekitar Rp1,17 miliar.
Pernyataan dovish dari Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed baru-baru ini memberikan angin segar bagi pasar kripto, terutama bagi Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Fyqieh mengatakan, Bitcoin berhasil melonjak kembali di atas 67.000 dolar AS dan Ethereum (ETH) naik di atas 3.500 dolar AS.
Baca juga : Reku: Siklus Halving Bitcoin Tahun Ini Berbeda dari Sebelumnya
"Yang menarik adalah bahwa kenaikan harga ini tampaknya didorong oleh permintaan perdagangan pasar spot. Data arus masuk ETF BTC spot pun dapat mengkonfirmasi permintaan BTC yang meningkat," kata Fyqieh.
Sementara itu, Fyqieh juga menilai kekhawatiran atas penurunan harga Ethereum telah mereda meskipun ada berita tentang upaya SEC untuk mengklasifikasikan ETH sebagai sekuritas. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar tetap positif, meskipun ada potensi hambatan regulasi.
Merujuk pada kondisi pasar, Tokocrypto menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan strategi investasi, seperti Dollar Cost Averaging (DCA), untuk mengumpulkan Bitcoin atau Ethereum dengan harga yang lebih terjangkau sebelum pasar bergerak naik lebih cepat.
Fyqieh menilai, strategi tersebut dapat menguntungkan saat memasuki kuartal berikutnya dengan harapan kondisi pasar yang lebih kondusif.
"Menjelang peristiwa halving, harga BTC tampaknya akan menjadi lebih volatile, menawarkan peluang bagi para trader yang berhati-hati untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga yang signifikan. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan risiko yang terkait dengan volatilitas pasar yang tinggi," kata Fyqieh.
Dalam konteks halving BTC, yang secara historis telah memicu peningkatan harga dalam jangka panjang, Tokocrypto memandang bahwa strategi jangka panjang mungkin lebih menguntungkan dibandingkan dengan trading jangka pendek. Investor yang memiliki visi jangka panjang mungkin menemukan hal tersebut sebagai kesempatan untuk menambah posisi mereka di BTC, sambil tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi harga pasca-halving. (Z-6)
Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke level US$66.000 pascarilis notulensi FOMC. Indodax sebut ini fase konsolidasi sehat dan momentum strategi DCA.
Trading derivatif kripto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
OJK mencatat total volume perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor kripto menyentuh 19,56 juta orang.
HARGA bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko.
Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja berpartisipasi sebagai sponsor dalam Gathering Akbar Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Yogyakarta.
Instrumen ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate, serupa dengan perpetual futures pada aset kripto.
UPBIT Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi kripto dan teknologi Web3 di Tanah Air melalui program edukasi “Web3 on Campus”.
Dilansir dari Pintu Academy, tokenisasi adalah sebuah proses yang membuat hak kepemilikan terhadap suatu aset dapat direpresentasikan sebagai token dan disimpan di jaringan blockchain.
INDUSTRI aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena latah alias ikut-ikutan atau FOMO.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved