Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Shinta Damayanti mengungkapkan bahwa SKK Migas berhasil menemukan dua sumber gas besar atau giant discovery di tahun 2023.
Kedua giant discovery sumber besar gas bumi tersebut ditemukan di laut Kalimantan Timur dan sebelah utara Sumatra.
"2023 kemarin kita mendapat dua temuan yang besar Geng North dan Layaran," katanya di Jakarta pada Kamis (1/2).
Baca juga : SKK Migas: 68 dari 128 Cekungan Potensi Migas Belum Dieksplorasi
Hal tersebut, lanjut Shanti, merupakan sebuah kegembiraan terutama orang-orang yang melakukan eksplorasi ke daerah tersebut.
"Karena artinya semua pendekatan strategi yang kita lakukan dari 2018 sampai saat ini untuk menemukan giant discovery ini sekarang sudah terbukti. Harapan kita adalah kalau kita terus melakukan metodologi itu kita bisa menemukan giant discovery berikutnya," pungkasnya.
Sebagai informasi, menurut WoodMackenzie, Rystad Energy, dan S&P Global, kedua penemuan giant discovery tersebut masuk ke dalam five biggest discoveries dunia di 2023 dan setelah 23 tahun Indonesia berhasil mencetak rekor baru untuk penemuan sumber daya dari kedua giant discovery itu.
Menutup 2025, PT Pertamina Gas (Pertagas) meraih apresiasi penting dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
PT PGN telah menyiapkan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 guna menjamin distribusi gas bumi tetap aman dan andal selama periode libur akhir tahun.
Kawasan industri Batang saat ini sudah menikmati gas dari wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini dapat menjadi sarana edukatif yang efektif bagi masyarakat dalam memahami manfaat dan cara penggunaan gas bumi
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membentuk Pusat Krisis Industri Pengguna Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
PT Pertamina Gas (Pertagas) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan infrastruktur energi dalam pemenuhan kebutuhan gas bumi.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved