Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN memborong 34 Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berdampak sangat positif bagi bisnis Pertamina.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, raihan bidang lingkungan itu semakin meningkatkan kepercayaan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi itu, terutama dari kalangan investor internasional.
“Dengan predikat lingkungan baik, tentu bisa mendatangkan kepercayaan dunia internasional, termasuk investor,” kata Tauhid dalam keterangannya, hari ini.
Baca juga: 66 Tahun Pertamina Membangun Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia
Menurut dia, banyaknya anugerah Proper Emas yang diterima Pertamina, memang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan. Terlebih, sebelumnya Pertamina juga berhasil menduduki peringkat pertama dunia environmental, social and governance (ESG) untuk kategori perusahaan migas.
Dalam hal ini, kata Tauhid, para investor internasional akan semakin melirik Pertamina untuk menanamkan investasinya.
Alasannya, para investor memang sangat care terhadap isu lingkungan. Dengan demikian, dalam berinvestasi pun mereka akan mencari perusahaan yang dinilai peduli terhadap lingkungan.
“Begitu pula sebaliknya. investor bisa menjauhi suatu perusahaan meski secara finansial sebenarnya menguntungkan. Penyebabnya, hanya karena perusahaan tersebut dinilai tidak peduli lingkungan,” kata dia.
Sebab, dengan berinvestasi kepada perusahaan yang peduli lingkungan, kata Tauhid, juga merupakan cara bagi investor dalam berkontribusi memperbaiki lingkungan.
Baca juga: Pertamina Energy Forum 2023: Dorong Kolaborasi Hadapi Trilema Energi
Tidak hanya investor. Lembaga pembiayaan dan bank internasional pun memiliki paradigma sama. Itu sebabnya, kata dia, saat ini model pembiayaan hijau sudah menggeser model pembiayaan konvensional.
Jadi, jelas Tauhid, banyaknya penghargaan lingkungan, memang sangat menguntungkan perusahaan. Pertamina juga dinilai lebih leluasa mengembangkan bisnisnya. Misalnya saja, akan lebih mudah bermitra dengan berbagai perusahaan, seperti di Timur Tengah dan Eropa.
“Ya, bisa kemana-mana. Artinya jika dia mau ekspansi bisa dilakukan di mana saja dengan mudah seperti di Timur Tengah,” katanya.
Pekan lalu, Pertamina kembali meraih anugerah bidang lingkungan. Dalam hal ini, Pertamina dan anak perusahaannya memperoleh 34 penghargaan Proper Emas dan 76 Proper Hijau oleh Kementerian LHK.
Penerimaan anugerah Proper tersebut hanya berselang sekitar tiga pekan setelah meraih peringkat satu dunia dalam sub industri Integrated Oil and Gas kategori risiko ESG.
Sebagai peringkat pertama ESG dunia, Pertamina memimpin skor tertinggi dari 61 perusahaan dunia, berdasarkan peringkat dari Lembaga ESG Rating Sustainalytics. (RO/S-2)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Lamun berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved