Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono meminta hilirisasi mineral yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Joko Widodo dievaluasi.
Ia menuding investor asing banyak diuntungkan dari nilai tambah hilirisasi nikel dalam negeri. Diketahui bahwa 90% pabrik hilirisasi nikel di Indonesia menjalin kerja sama dengan Tiongkok
"Nilai tambah dari hilirisasi harus dinikmati orang lokal. Jangan sekadar kita mengundang luar untuk masuk (berinvestasi) hilirisasi, tapi semua nilai tambahnya itu diambil dia (asing). Ini perlu dievaluasi, diperbaiki," ujarnya di Kantor Apindo, Jakarta, Kamis (21/12).
Baca juga: Buruh Tolak UMP 2024, Apindo Kedepankan Dialog Bipartit
Meski pemerintah menyatakan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah berkali-kali lipat, Sutrisno menilai sampai saat ini kebijakan hilirisasi mineral belum mampu mendongkrak perekonomian daerah penghasil tambang.
"Ya bahkan ada gap ekonomi dengan daerah," tambahnya.
Baca juga: Anies: Pengusaha Mitra Penting untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Dalam catatan Kementerian Investasi, nilai ekspor Indonesia untuk produk nikel berkisar US$3,3 miliar di 2019. Diterapkannya kebijakan larangan ekspor bijih nikel pada awal 2020, nilai ekspor produk nikel yang sudah diolah melonjak tercatat menjadi US$30 miliar pada 2022.
"Tapi, nilai tambah berkali-kali lipat itu siapa yang menikmati? Itu pertanyaannya. Kalau nilainya berkali-kali lipat, tapi diambil semuanya ke sana (asing), buat apa?" jelas Sutrisno.
Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo itu menegaskan implementasi kebijakan hilirisasi harus mampu banyak menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan multiplier effect atau efek ganda bagi perekonomian Indonesia.
"Kalau hilirisasi itu tidak bisa hasilkan nilai tambah besar yang bisa dinikmati masyarakat lokal, kemudian hanya memindahkan nilai tambah ke luar, ya buat apa? Ini perlu banyak perbaikan, supaya nilai tambah dinikmati bangsa ini," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perhubungan & Logistik Apindo Carmelita Hartoto mendorong adanya peta jalan atau roadmap hilirisasi mineral yang jelas dan terukur. Ia menilai pemerintah belum menyiapkan secara matang penerapan hilirisasi nikel yang berjalan sejak 2020.
Alhasil, pemerintah dianggap bergantung pada negara asing baik itu dari sisi teknologi maupun penyerapan tenaga kerja untuk menjalankan proyek pengolahan fasilitas tambang atau smelter di dalam negeri.
"Perlu ada roadmap yang jelas. Jangan seperti nikel yang tidak ada persiapan. Semua berjalan tanpa ada perencanaan yang pasti. Perusahaan asing yang masuk, tapi dari kita tidak banyak yang ikut," pungkasnya. (Ins/Z-7)
BPSĀ melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Benarkah gerhana bulan tanda bencana? Simak 5 mitos gerhana bulan dari berbagai budaya dunia, mulai dari naga langit hingga jaguar, serta fakta astronominya.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Menteri LH Hanif Faisol bekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara & nikel. Evaluasi menyasar 1.358 unit di 14 provinsi kritis. Simak selengkapnya!
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved