Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati mengatakan penurunan optimisme pada indeks keyakinan konsumen (IKK) Bank Indonesia harus tetap menjadi perhatian serius pemerintah, meski masih ada di zona optimis karena masih di atas 100.
Penurunan keyakinan paling terlihat pada responden di kelas menengah/kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta, yang grafiknya turun menjadi 123,9 dari bulan Oktober yang masih di angka 126,6.
"Mereka sebenarnya selama ini yang sering “terabaikan” karena bukan termasuk miskin sehingga tidak tersentuh oleh bantuan pemerintah seperti bansos dan lain-lain," kata Anis, dihubungi Minggu (10/12).
Baca juga: Pasar Wait and See Emiten Harga Minyak Setelah Keputusan OPEC+
Tapi di sisi lain mereka harus membayar BPJS mandiri, dan mungkin juga bukan penikmat listrik bersubsidi. Artinya, kelompok menengah pengeluaran Rp3,1-4 juta ini memang harus banyak berhitung untuk pengeluaran tiap bulannya.
"Jangan sampai penurunan ini dianggap biasa karena “turun sedikit"," kata Anis.
Baca juga: Optimisme Konsumen terhadap Perekonomian terus Menguat
Sebagai anggota DPR RI, dia menekankan bahwa ini menunjukkan pemerintah masih belum berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Pemerintah seharusnya lebih antisipatif dan responsif terutama dalam menggunakan APBN untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi terutama menjelang Pemilu, hari besar keagamaan seperti Natal, Ramadan dan Idulfitri, serta Tahun Baru.
Di sisi lain, pemerintah masih memaksakan beberapa proyek yang awalnya “katanya” tidak akan menyentuh APBN tetapi pada akhirnya menggerogoti APBN.
"Seharusnya masih banyak yang bisa dilakukan apabila proyek-proyek tersebut tidak atau ditunda mengingat kondisi perekonomian kita yang baru beranjak membaik setelah pandemi Covid-19," kata Anis.
Fraksi PKS sudah beberapa kali mengusulkan agar masyarakat dengan penghasilan sampai dengan Rp8 juta tidak dikenakan pajak penghasilan (PPh), salah satunya untuk meningkatkan daya beli kelompok menengah yang selama ini tidak tersentuh bantuan pemerintah.
"Solusinya ada di pemerintah yang harus bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi domestik dan serius dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Anis. (Try/Z-7)
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyampaikan bahwa usulan rumah subsidi seluas 18 meter persegi bersifat sebagai opsi tambahan, bukan menggantikan regulasi sebelumnya.
INDEKS Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2025 mencatatkan peningkatan tipis dari bulan sebelumnya.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2024 tercatat sebesar 127,7. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 125,9.
BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 yang tercatat naik, yaitu 125,9 dari posisi sebelumnya 121,1.
PADA perdagangan sore ini, Senin (11/11), rupiah ditutup melemah 17,5 poin menjadi Rp.15.689,5 per dolar Amerika Serikat (AS).
BANK Indonesia Solo sediakan uang baru untuk menyambut Lebaran 2026 sebanyak Rp4,59 triliun, yang layanan pelaksanaan penukaran untuk masyarakat, akan dimulai 23 Februari-13 Maret 2026.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved