Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 disebutkan skenario investasi dekarbonisasi menuju net zero emission (NZE) membutuhkan pendanaan hingga Rp794,8 triliun per tahun. Namun, ada gap atau kesenjangan pendanaan mencapai Rp458,2 triliun.
Data ini berdasarkan paparan yang ditampilkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acara Energy Transition Conference & Exhibition 2023 di Jakarta, Rabu (18/10).
Ia mengatakan dibutuhkan biaya yang amat besar untuk mencapai netralitas karbon di 2060. Dari data bertajuk Skenario Dekarbonisasi dalam RPJPN 2025-2045, tertulis dalam kondisi ideal, pemerintah dan swasta mengalokasikan 2% dari investasinya ke investasi hijau. Tapi, masih terdapat gap investasi sebesar Rp458,2 triliun dari 2025-2060.
Baca juga: Gaet Investasi dari Tiongkok Dan Timur Tengah, Cara Thailand Bisa Jadi Role Model
"Memang pendanaan dekarbonisasi ini secara visibilitas finansial mahal," ujar Suharso.
Menurut data Bappenas, penerapan kebijakan pembiayaan hijau alternatif seperti realokasi subsidi, pajak karbon, dan perdagangan karbon dapat mengisi 84% dari gap tersebut, sehingga masih diperlukan pendanaan inovatif lainnya dan investasi hijau berkelanjutan.
Pemerintah, terang Suharso, tengah menjajaki peluang pendanaan blended finance atau skema pembiayaan dengan mengkombinasikan beberapa sumber pendanaan dari pemerintah maupun dari swasta atau donor.
"Kami di Bappenas juga mendorong adanya blended finance dalam program transisi energi," sebutnya.
Investasi jumbo yang dibutuhkan pemerintah antara lain untuk memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dan membangun sejumlah pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dalam program transisi energi di Tanah Air.
Baca juga: PHE Pertajam Strategi Eksplorasi Dukung Ketahanan Energi Nasional
"Jadi, kita membutuhkan (pembangkit) tenaga surya, tenaga angin, bahkan mempertimbangkan pembangunan pembangkit nuklir. Pekerjaan rumah besar kita juga ialah memensiunkan PLTU," kata Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Dalam kesempatan yang, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menilai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak mampu untuk menyokong kebutuhan investasi dekarbonisasi sebesar Rp794,8 tiap tahunnya.
Bantuan Asing
Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan bantuan dari asing untuk merealisasikan program-program transisi energi di Tanah Air. Indonesia, kata Djoko, telah mendapatkan komitmen pendanaan sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp314 triliun (kurs Rp15.732) dari negara maju melalui program Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP).
"Ya kalau kita menuju NZE di 2060 kam memang besar sekali ya (investasinya), makanya kita minta bantuan internasional di Presidensi G20 Bali di 2022 dengan US$20 miliar. Ya gap itu karena APBN kita tidak memungkinkan dapat dana sebesar itu," tegasnya.
Melalui Sekretariat JETP, Djoko mengatakan pemerintah Indonesia menggodok proyek-proyek apa saja yang akan diimplementasikam dari pendanaan JETP yang dituangkan dalam Comprehensive Investment Plan (CIP).
"Kita masih terus rapat mengenai standar operasional prosedur atau SOP penggunaan US$20 miliar dalam bentuk proyek-proyek. Seperti Jerman, meminta agar proyeknya itu langsung bermanfaat untuk masyarakat lewat pembangkit minihidro," pungkasnya.
(Z-9)
Ketahanan energi jadi prioritas nasional utama pada 2026 seiring penguatan strategi ekonomi hijau yang menjadi bagian dari agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Peneliti Universitas Rochester berhasil menyulap tungsten karbida menjadi katalis yang lebih hebat dari platinum untuk mendaur ulang plastik dan mengolah CO2.
TruCarbon membuka akses program percobaan TruCount secara gratis khusus bagi perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Januari–30 Juni 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved