Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI tetap stabil di Amerika Serikat pada bulan lalu. Ini menurut data pemerintah yang dirilis pada Kamis (12/10). Hal itu memberikan kelonggaran bagi para pengambil kebijakan dalam upaya mereka untuk meredam kenaikan harga.
Indeks harga konsumen (IHK)--yang merupakan ukuran inflasi yang diawasi dengan ketat--naik 3,7% dari tahun lalu, kata Departemen Tenaga Kerja, tingkat yang sama seperti pada Agustus. Namun secara bulanan, inflasi melambat dari 0,6% menjadi 0,4%, menurut laporan terbaru.
Selain itu, indeks dengan segmen pangan dan energi yang fluktuatif turun menjadi 4,1%. Ini terendah dalam dua tahun.
Baca juga: ExxonMobil akan Beli Produsen Minyak Pioneer sekitar US$60 Miliar
Melambatnya inflasi akan menjadi kabar baik bagi Federal Reserve yang melakukan kampanye penaikan suku bunga secara agresif sejak Maret tahun lalu untuk menurunkan permintaan dan pada gilirannya laju kenaikan biaya. Meskipun para pengambil kebijakan The Fed masih membuka peluang bagi penaikan suku bunga pinjaman acuan lagi tahun ini, angka inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan penaikan suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya.
Selain biaya perlindungan, "Peningkatan indeks bahan bakar juga merupakan kontributor utama," terhadap kenaikan bulanan, kata Departemen Tenaga Kerja. "Sementara indeks komponen energi utama beragam pada September, indeks energi naik 1,5% dalam sebulan," departemen tersebut mencatat.
Meskipun inflasi umum sedikit lebih tinggi dari perkiraan para analis, peningkatan energi, "Belum tentu merupakan sesuatu yang akan menjadi hal yang sangat penting bagi The Fed pada saat ini," kata Kepala Ekonom EY Gregory Daco kepada AFP. "Jika kita melihat ke Oktober, penurunan harga bensin sebenarnya akan membebani angka IHK secara signifikan," tambahnya.
Baca juga: Bank Dunia Sebut Suku Bunga Tinggi Ancam Beberapa Negara
Sementara itu, dengan inflasi inti sebesar 4,1%, Amerika Serikat, "Kembali ke periode sebelum inflasi mulai meningkat secara agresif," kata Daco. Angka inflasi inti bulanan tetap pada 0,3%.
Namun para ekonom mencatat bahwa hal ini tidak berarti tren penurunan terhenti. "Kekuatan yang mendorong inflasi inti--kelebihan permintaan, krisis rantai pasokan, pertumbuhan upah yang cepat, kekacauan yang disebabkan oleh covid-19 di pasar sewa properti, dan melonjaknya harga pangan dan energi--terus mereda," kata ekonom di Pantheon Macroeconomics dalam laporan terbaru.
Para analis juga mewaspadai kemungkinan meluasnya kerusuhan di Timur Tengah yang kaya minyak mentah, setelah kelompok militan Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada akhir pekan. (Z-2)
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved