Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BISNIS di Tiongkok bisa menjadi terlalu berisiko bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) tanpa ada perubahan pada lingkungan peraturan. Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo memperingatkan itu pada Rabu (30/8/2023) ketika ia mengakhiri kunjungannya ke negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Berbicara pada hari keempatnya di Tiongkok dan setelah beberapa putaran pembicaraan dengan para pejabat serta perusahaan-perusahaan Amerika, Raimondo mengatakan dia telah mengangkat masalah sulit dengan para mitranya. Lingkungan bisnis di Tiongkok, "Harus dapat diprediksi, harus ada kesetaraan, harus ada proses yang adil, harus ada transparansi," katanya pada konferensi pers di dekat Shanghai.
"Bisnis AS perlu mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, mereka akan menganggapnya terlalu berisiko," katanya.
Baca juga: Tiongkok dan AS Gelar Dialog Baru tentang Perselisihan Perdagangan
Raimondo ialah orang terakhir dari serangkaian pejabat senior AS yang mengunjungi Beijing, ketika kedua belah pihak berupaya meredakan ketegangan di berbagai masalah keamanan dan ekonomi yang berada pada tingkat tertinggi selama bertahun-tahun. "Saya mengangkat isu-isu sulit seperti subsidi, praktik nonpasar Tiongkok, penggerebekan terhadap perusahaan-perusahaan AS, pencurian kekayaan intelektual," kata Raimondo.
Dia juga mengatakan bahwa dia menyampaikan dugaan peretasan emailnya oleh para pelaku yang berbasis di Tiongkok kepada pejabat Beijing. "Saya menyebutkan hal itu sebagai contoh tindakan yang mengikis kepercayaan pada saat kita mencoba menstabilkan hubungan," katanya pada konferensi pers digital di Shanghai.
Baca juga: Ketua IMF akan Kunjungi Tiongkok, Indonesia, India
Namun pembicaraan minggu ini, "Produktif," tambahnya dan merupakan, "Awal yang sangat baik. Tidak ada gunanya menutup komunikasi," katanya.
Perusahaan-perusahaan AS di Tiongkok telah lama mengeluhkan lingkungan bisnis yang mereka anggap tidak adil. Ini terkait dengan terbatasnya perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada pesaing dalam negeri.
Kekhawatiran tersebut diperburuk tahun ini dengan tindakan keras terhadap perusahaan konsultan AS yang beroperasi di Tiongkok. Undang-undang antispionase yang baru, mulai berlaku pada 1 Juli, juga telah membuat takut perusahaan-perusahaan asing dan domestik ketika mereka mencoba memahami maksud pihak berwenang dan, yang terpenting, menunjukkan dengan tepat hal-hal yang dilarang.
Raimondo memanfaatkan kunjungan ini untuk melakukan diskusi yang lebih terbuka dengan Tiongkok mengenai pembatasan perdagangan. Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja untuk melakukan menyelesaikan daftar perselisihan perdagangan di antara mereka.
Mereka juga sepakat untuk membentuk sesuatu yang disebut Washington sebagai pertukaran informasi penegakan kendali ekspor. Ini digambarkan sebagai platform untuk mengurangi kesalahpahaman mengenai kebijakan keamanan nasional AS.
Kelompok itu mengadakan pertemuan pertamanya pada Selasa, kata Raimondo. "Itu dialog terbuka," katanya.
"Kami dapat mengklarifikasi pada pertemuan pertama bahwa kami tidak menargetkan Tiongkok," tambahnya. "Kami menargetkan perilaku tertentu. Kami menargetkan tindakan dan perilaku yang merusak keamanan nasional AS."
Raimondo telah berulang kali menekankan minggu ini bahwa pembatasan yang dilakukan AS terhadap bisnis Tiongkok--yang menurut Washington bertujuan melindungi keamanan nasionalnya--tidak perlu memengaruhi hubungan ekonomi yang lebih luas.
Para pejabat Tiongkok telah menolak hal itu. Perdana Menteri Li Qiang mengatakan kepada Raimondo pada Selasa bahwa tindakan AS untuk memolitisasi masalah perdagangan akan terbukti bencana bagi perekonomian global. "Memolitisasi isu-isu ekonomi dan perdagangan serta memperluas konsep keamanan akan berdampak serius pada hubungan bilateral dan rasa saling percaya," kata Li kepada Raimondo, menurut kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.
Pada Rabu, Raimondo mengatakan kepada ketua Partai Komunis Shanghai Chen Jining bahwa hubungan ekonomi AS-Tiongkok merupakan salah satu yang paling penting di dunia. Kemudian, dia bertemu dengan mahasiswa di kampus Universitas New York di Shanghai dan berbicara pada pertemuan para eksekutif perempuan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika di kota tersebut. (AFP/Z-2)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved