Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMEROSOTAN manufaktur Amerika Serikat (AS) berlanjut selama delapan bulan berturut-turut pada Juni. Ini akibat permintaan lemah dan produksi melambat, menurut data survei yang diterbitkan Senin (3/7).
Data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kontraksi di sektor tersebut semakin meningkat. Pada saat yang sama sektor ekonomi AS lain menunjukkan tanda-tanda daya apung yang tidak terduga.
"Pembacaan indeks komposit Juni mencerminkan perusahaan terus mengelola output karena pelemahan berlanjut dan optimisme tentang paruh kedua 2023 melemah," kata Ketua Komite Survei Bisnis ISM Timothy Fiore dalam suatu pernyataan.
Baca juga: Pertanian Kakao Meluas, Nestle Perkuat Reboisasi Pantai Gading
Angka ISM untuk Juni mencapai 46% atau turun dari 46,9% bulan lalu. Ini jauh di bawah perkiraan median ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.
Angka di bawah 50% menunjukkan bahwa sektor manufaktur umumnya berkontraksi. Dari enam industri manufaktur terbesar, hanya peralatan transportasi yang mengalami pertumbuhan bulan lalu, menurut survei ISM, menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi sektor manufaktur pada umumnya.
Baca juga: Yellen: Ekonomi AS Lebih Tangguh dari yang Diperkirakan
"Permintaan tetap lemah, produksi melambat karena kurangnya pekerjaan, dan pemasok memiliki kapasitas," kata Fiore. "Ada tanda-tanda lebih banyak pengurangan pekerjaan dalam waktu dekat," tambahnya. (AFP/Z-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved