Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Anggota DPR Dorong Pembangunan Ekosistem Semikonduktor

Rahmatul Fajri
28/12/2025 13:21
Anggota DPR Dorong Pembangunan Ekosistem Semikonduktor
Ilustrasi(Freepik.com)

ARAH pembangunan ekonomi nasional kini berada pada titik persimpangan krusial. Pemerintah dan parlemen telah menyepakati bahwa ketergantungan kronis pada ekspor komoditas mentah dan konsumsi domestik harus segera diakhiri. Sebagai gantinya, transformasi ekonomi melalui pendalaman struktur industri manufaktur menjadi harga mati untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa dalam orkestrasi industrialisasi modern tersebut, industri semikonduktor memegang peranan sebagai fondasi utama. Menurutnya, semikonduktor bukan sekadar isu teknologi yang elitis, melainkan "otak" dari hampir seluruh aktivitas ekonomi dan sistem layanan publik saat ini.

"Chip semikonduktor ada di ponsel, kendaraan, hingga mesin pabrik. Krisis chip global pada 2020–2022 memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa ketergantungan penuh pada impor komponen strategis bertentangan dengan semangat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menekankan ketahanan industri," ujar Azis melalui keterangan tertulisnya, Minggu (28/12).

Azis menjelaskan, urgensi pembangunan ekosistem semikonduktor ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda mempercepat industrialisasi dan memperkuat kemandirian ekonomi. Namun, ia menggarisbawahi bahwa strategi yang diambil harus berpijak pada realitas kemampuan nasional dan prinsip kehati-hatian fiskal.

Fokus kebijakan, lanjut Azis, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.

"Segmen ini lebih padat karya dan realistis secara investasi. Inilah implementasi konkret dari amanat RPJMN untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dalam jumlah besar sekaligus memperluas basis industri nasional," kata legislator dari partai berlambang kepala garuda tersebut.

Hilirisasi yang Lebih Bermakna

Lebih lanjut, Azis menyoroti relevansi agenda hilirisasi yang selama ini menjadi pilar kebijakan pemerintah. Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa cadangan nikel, tembaga, dan timah yang merupakan material vital bagi industri elektronik.

Namun, Azis mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh berhenti pada produk setengah jadi. Ia mendorong adanya koneksi langsung antara sumber daya alam dengan manufaktur elektronik dalam negeri.

"Hilirisasi harus menghasilkan industri dan pekerjaan, bukan sekadar nilai tambah ekspor. Menghubungkan kekayaan alam kita dengan manufaktur semikonduktor adalah bentuk hilirisasi yang jauh lebih bermakna dan berkelanjutan," tegasnya.

Kendati demikian, Azis mengakui bahwa ambisi besar ini mensyaratkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Tanpa penguatan pendidikan vokasi dan keterampilan teknis, strategi semikonduktor dipastikan akan berhenti di atas kertas. Hal ini, menurutnya, menjadi tugas besar pemerintah untuk menyiapkan teknisi dan insinyur yang mampu bersaing di kancah global.

Dari sisi anggaran, Azis memandang pendekatan pemerintah saat ini sudah mencerminkan prinsip kehati-hatian. Negara diposisikan sebagai pengungkit melalui insentif strategis untuk menarik investasi, bukan sebagai pihak yang menanggung seluruh risiko finansial.

"Indonesia tidak harus menjadi raksasa semikonduktor dunia dalam waktu semalam. Namun, kita tidak boleh lagi berada di pinggir rantai nilai global. Dengan kebijakan yang realistis dan terintegrasi, semikonduktor akan menjadi bagian penting dari perjalanan kita menuju ekonomi yang berdaulat, kuat, dan sejahtera," pungkas Azis. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik