Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI pasar perumahan terjangkau di Indonesia amat tinggi. Dengan fokus pada segmen perumahan yang terjangkau, Assa Properti berkomitmen untuk memberikan solusi perumahan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh, Assa Properti merupakan pengembang perumahan terjangkau yang berdiri pada tahun 2018. Perusahaan ini didirikan oleh mantan bankir khusus mortgage dan pengusaha properti yang telah mengumumkan visi ambisiusnya untuk menjadi pengembang perumahan terjangkau terbesar di Indonesia.
Dengan pertumbuhan populasi yang pesat dan urbanisasi yang terus meningkat, banyak individu dan keluarga yang membutuhkan solusi perumahan yang terjangkau. Tantangan harga tanah yang tinggi dan keterbatasan akses terhadap pembiayaan menjadi hambatan utama dalam memenuhi kebutuhan ini.
Baca juga: EBA SP Syariah Pertama Diharapkan Dongkrak Pembiayaan Perumahan Syariah
Komisaris Utama PT Assa Putra Properti Asep Sutisna menjelaskan, pasar perumahan terjangkau menjadi segmen yang menjanjikan bagi pengembang properti yang mampu menyediakan solusi perumahan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Sehingga memungkinkan masyarakat luas untuk memiliki rumah impian mereka.
“Visi perusahaan untuk menjadi pengembang perumahan terjangkau terbesar di Indonesia. "Kami percaya bahwa setiap individu berhak memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Kami ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk memiliki rumah impian mereka tanpa harus mengorbankan kualitas,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (24/6).
Baca juga: Skema Sewa Beli Bantu Milenial Punya Rumah di Tengah Kota
Ia menjelaskan, sejak didirikan, Assa Properti telah berhasil meluncurkan beberapa proyek perumahan terjangkau yang mendapat sambutan positif dari pasar. Perusahaan ini memahami pentingnya akses perumahan yang terjangkau bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan harga tanah yang semakin tinggi dan tingkat pertumbuhan populasi yang pesat di Indonesia.
Untuk mencapai visi awal, Assa Properti berkomitmen untuk menghadirkan perumahan berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Perusahaan ini menggabungkan desain inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pembangunan.
“Dengan pendekatan ini, Assa Properti dapat menghadirkan rumah yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas atau kenyamanan,” jelas dia.
Selain itu, Assa Properti juga bekerja sama dengan lembaga keuangan seperti Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan fasilitas pembiayaan yang fleksibel bagi para pembeli. Upaya ini bertujuan untuk membuat kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau dan memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah impian mereka.
Keberhasilan Assa Properti dalam menghadirkan perumahan terjangkau dapat dilihat dari pertumbuhan perusahaan yang pesat selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini telah berhasil meluncurkan proyek-proyek perumahan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah Bekasi, dan telah mendapatkan penghargaan dari Indonesia Property Expo
Direktur Assa Properti Dadang Hawarie menyampaikan, visi Assa Properti untuk menjadi pengembang perumahan terjangkau terbesar di Indonesia tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan terjangkau. Tetapi juga akan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan memberikan akses perumahan yang terjangkau, perusahaan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor properti dan konstruksi,” kata dia.
Dalam beberapa tahun mendatang, Assa Properti berencana untuk memperluas jangkauan proyek perumahannya ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO.
“Dengan pengalaman dan komitmen yang kuat, kami optimis dapat mencapai visinya untuk menjadi pengembang perumahan terjangkau terbesar di Indonesia.” ujar Dadang.
Sumber daya manusia yang berkualitas dan fokus pada kepuasan pelanggan menjadi pilar-pilar penting dalam perjalanan Assa Properti menuju visi tersebut. Dengan mempertahankan prinsip-prinsip tersebut, Assa Properti berharap dapat mengatasi tantangan perumahan yang terjangkau di Indonesia dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. (Z-10)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
KPR BTN untuk Paradiso Sentul menawarkan suku bunga mulai dari 4,99%, dengan tenor yang panjang hingga 30 tahun.
BTN berkomitmen memberikan akses kepemilikan rumah yang lebih mudah, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki slip gaji formal.
DIREKTUR Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon L Napitupulu, mengutarakan kebutuhan rumah bagi generasi milenial saat ini masih tinggi.
Memiliki rumah sendiri adalah impian bagi banyak orang, terutama bagi generasi milenial dan keluarga muda. Salah satu cara yang paling populer untuk mewujudkannya adalah dengan KPR
Direktur Consumer BBangk Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar mengungkapkan permintaan KPR nonsubsidi pada tahun ini masih tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat pada Mei dan Juni 2024.
BTN dalam lima tahun terakhir telah menyalurkan KPR ke sektor informal sebanyak sekitar 133.000 unit atau senilai sekitar Rp22 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved