Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mendorong agen pemegang merek (APM) sepeda motor listrik untuk proaktif menggaet konsumen dalam menyalurkan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.
Nantinya, staf marketing dari suatu APM akan menawarkan program insentif tersebut secara door to door atau pintu ke pintu dengan mendatangi langsung kantor atau toko calon konsumen yang sesuai dengan kriteria penerima insentif motor listrik.
Calon penerima yang dimaksud ialah mereka yang masuk golongan penerima kredit usaha rakyat (KUR), bantuan produktif usaha mikro (BPUM), bantuan subsidi upah, serta pelanggan penerima subsidi listrik sampai 900 volt ampere (VA).
"Saya minta semua APM yang menjadi mitra pemerintah jangan menunggu bola, harus proaktif," kata Budi dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin (29/5).
"Pihak marketing bisa datangi ke beberapa kantor swasta untuk bisa mengecek nomor induk kependudukan (NIK) masyarakat dan menawari langsung apakah berminat mendaftar sebagai penerima bantuan," tambahnya.
Budi menjelaskan jika dikumpulkan ada 30 juta masyarakat yang terdaftar masuk dalam empat kategori syarat penerima insentif motor listrik. Namun sayangnya, tidak banyak dari mereka yang berminat mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan pembelian motor listrik Rp7 juta.
"Dari industri ada yang mengatakan bahwa konsumen masih memiliki motor, kemudian ada yang bilang tidak punya uang untuk membayar sisa pembelian dari Rp7 juta," kata mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub itu.
Oleh karenanya, Ketua Aismoli mendorong APM-APM untuk terus berupaya menarik minat konsumen agar bantuan dari pemerintah tersebut berjalan optimal.
Berdasarkan data Aismoli per 28 Mei 2023, sebanyak 599 pendaftar lolos verifikasi insentif motor listrik. Angka ini masih jauh dari target yang dipatok pemerintah sebesar 200 ribu unit motor listrik di tahun ini.
"Memang harus ada banyak peran aktif yang terlibat dan APM juga jangan produksi asal-asalan agar dipercaya konsumen," ucap Budi.
Baca juga: Produsen Motor Listrik Ini Berinovasi dengan Pergantian Baterai Cepat
Pada kesempatan sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Yan Sibarang Tandiele membantah terhambatnya penyaluran insentif motor listrik karena permasalahan teknis di situs bernama Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira) yang diluncurkan Kemenperin pada Maret lalu.
"Tidak ada kendala di situ (Sisapira), diler akan sangat cepat mengecek kebenaran (data) permohonan dari konsumen ini," klaimnya.
Yan menerangkan data dalam Sisapira yang merupakan situs khusus sebagai pusat informasi subsidi, mendaftarkan produk dan verifikasi pembelian motor listrik, terintegrasi dengan daftar diler dan produk motor listrik yang bisa dipilih masyarakat untuk membeli kendaraan tersebut.
Setelah diler mengecek kelengkapan data calon pembeli dan dinyatakan lolos verifikasi, diler akan memproses penerbitan surat tanda nomor kendaraan atau STNK motor listrik di Kepolisian RI.
"Saya kurang tahu berapa lama mengurus STNK, tapi potongan harga Rp7 juta itu baru bisa diklaim setelah STNK itu terbit," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Dealer Motor Listrik Indonesia (Ademoli) Indra Novint Noviansyah menjelaskan sudah banyak peminat untuk mendapatkan insentif Rp7 juta per unit. Namun, terhambat prosesnya di Sisapira.
Ia menyebut banyak tahapan yang harus diverifikasi di Sisapira sehingga memerlukan waktu yang tidak cepat untuk memproses penyaluran insentif motor listrik baru.
"Jadi bukan sepi peminat. Di jaringan kita ada 40 ribu pemesanan by name by address. Namun, sampai saat ini pemesanan masih banyak terhambat karena sistemnya belum siap," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis, (11/5). (A-2)
Dengan biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik jadi pilihan rasional di tengah potensi kenaikan harga BBM.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Ia menambahkan, agar manfaat program ini semakin optimal, dukungan kebijakan perlu diperluas dengan tidak hanya menyasar pada subsidi pembelian.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
Disediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 13 unit di Rest Area Km 575 B dan 14 unit di Rest Area KM 575 A, yang beroperasional 24 jam.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
Tahun 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved