Jumat 31 Maret 2023, 08:51 WIB

Naik hampir 50%, Pertamina Geothermal Bukukan Laba US$127,3 Juta

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Naik hampir 50%, Pertamina Geothermal Bukukan Laba US$127,3 Juta

Dok.PGE
Pembangkit geothermal yang dikelola oleh PGE

 

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) mencatatkan kenaikan laba bersih 2022 sebesar 49,7 % menjadi US$127,3 juta  dibanding tahun 2021 sebesar US$85 juta 

Dalam siaran persnya, sepanjang 2022 perusahaan mencatat peningkatan pendapatan operasional sebesar 4,7 % year-on-year (yoy) yang berkontribusi pada kenaikan revenue sebesar US$ 17 juta. Salah satu faktor peningkatan tersebut berasal dari meningkatnya harga jual uap dan listrik yang mengacu pada US Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI). 

"Selain itu, kenaikan laba ini didukung beban operasional perusahaan yang turun signifikan sebagai hasil dari program efisiensi yang dijalankan oleh perusahaan," ujar Corporate Secretary PGE Muhammad Baron

Dari sisi pendapatan lain-lain, PGE juga membukukan penjualan carbon credit sebagai new revenue generator.

Sebagai bagian dari upaya PGE untuk meningkatkan kapasitas terpasang sebesar 600 MW pada tahun 2027, saat ini PGE sedang membangun PLTP Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas sebesar 55 MW yang direncanakan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date) pada akhir 2024. 

Selain itu, PGE sudah menyelesaikan Front End Engineering Design (FEED) untuk fasilitas Fluid Collection and Reinjection System (FCRS). Tahap ini merupakan bagian dari proyek pembangunan PLTP Hulu Lais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 2 x 55 MW yang diharapkan beroperasi secara komersial (Comercial Operation Date) pada tahun 2026.

"Kedepannya perseroan akan fokus mengoptimalkan aset panas bumi yang sudah dimiliki. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui metode co-generation technology dengan memanfaatkan air panas (brine) yang ada untuk membangkitkan tenaga listrik," jelasnya. 

Teknologi co-generation sudah diimplementasikan pada PLTP Lahendong dengan memanfaatkan brine sisa produksi uap sebesar 700 KW.

Dari sisi ESG, di tahun 2022 PGE berhasil mendapatkan ESG Rating 2 dari Sustainable Fitch. Rating ini mengindikasikan PGE berada dalam kategori good performance dari sisi pengelolaan ESG. 

Adapun inisiatif ESG yang dilakukan oleh PGE di tahun 2022 berasal dari beberapa program yang antara lain: pemanfaatan teknologi co-generation (brine to power) di area Lahendong, pengurangan emisi dan penjualan carbon credit, program keanekaragaman hayati, manajemen keselamatan kerja, CSR, ERM, cyber security, dan penerapan sistem manajemen anti penyuapan (SMAP). (RO/E-1)
 

Baca Juga

MGN/Insan Suardi

PGN Bagi Dividen Jumbo Tahun Ini

👤Insan Suardi 🕔Selasa 30 Mei 2023, 17:35 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyetujui rencana pembagian dividen sebesar 70% dari laba bersih tahun buku...
MI/Andhika Prasetyo

Produsen Tempe Akui tidak Pernah Pakai Kedelai Lokal untuk Produksi

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 30 Mei 2023, 17:25 WIB
Perajin tempe sekaligus produsen keripik tempe Joko Asrori mengaku selama puluhan tahun menjalani bisnis, ia sama sekali tidak pernah...
Dok pribadi

Ajang Abang None Mengantar Rionaldo Putra jadi Pengusaha

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 Mei 2023, 17:20 WIB
Pernah merengkuh gelar Abang None Jakarta Timur di 2011 dan masuk ke tingkat DKI Jakarta menjadi modal penting bagi pengusaha muda Rionaldo...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya