Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas di Amerika Serikat mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa atau Rabu pagi waktu Indonesia. Penurunan itu dipengaruhi pengambilan untung oleh para investor pascalevel teknis tinggu dan Federal Reserve akan perang melawan inflasi.
Kontrak emas paling aktif pada April di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$41,70 atau 2,10% menjadi ditutup pada US$1.941,10 per ons, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$1.988,70 dan terendah di US$1.939,60.
Emas berjangka terangkat US$9,30 atau 0,47% menjadi US$1.982,80 pada Senin (20/3), setelah melonjak US$50,50 atau 2,63% menjadi US$1.973,50 pada Jumat (17/3), dan jatuh US$8,30 atau 0,43% menjadi US$1.923,00 pada Kamis (16/3).
Baca juga: Pengembang dari Tiga Negara Bangun Rumah Murah di Bekasi
"Penurunan 24 jam terakhir menunjukan logam emas harus membangun lebih banyak kekuatan di posisi terendah untuk membuat dorongan kuat lainnya," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com.
"Karena harga bertahan di bawah US$1.968- US$1.978, kita dapat memperkirakan koreksi lebih lanjut menuju area support US$1.932-US$1.928," kata Dixit.
Baca juga: Amerika dan Indonesia Bermitra di Bidang Energi Bersih dengan Nuklir
Tindakan The Fed dalam 24 jam ke depan akan menentukan sikap pasar. Investor menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk sinyal tentang jalur suku bunga ke depan.
The Fed diperkirakan akan menyetujui kenaikan 25 basis poin lainnya pada pertemuan Rabu (22/3) atau Kamis waktu Indonesia, membawa suku bunga AS ke puncak 5,0%, dan menganjurkan kenaikan lebih lanjut yang akan membantu mengejar inflasi yang tumbuh pada tingkat tahunan 6,0% pada Februari.
National Association of Realtors melaporkan Selasa (21/3) penjualan rumah yang telah ada atau existing home di AS melonjak 14,5% pada Februari dari Januari ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,58 juta. Ini adalah laju penjualan terkuat sejak September dan lebih tinggi dari 4,2 juta yang diharapkan para ekonom.
Meski begitu, para analis pasar berpendapat momentum tetap menguntungkan emas, mengingat meningkatnya ketidakpastian setelah pasar keuangan global melemah.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei tergelincir 22,10 sen atau 0,98%, menjadi ditutup pada US$22,425 per ons. Platinum untuk pengiriman April merosot US$20,10 atau 2,02%, menjadi US$ 976,70 per ons. (Ant/Z-3)
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah pada Selasa (30/12) pagi, seiring aksi ambil untung investor menjelang berakhirnya perdagangan bursa tahun 2025.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Selasa (28/2) menguat di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.
HARGA emas tergelincir pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (10/11/2022), menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, menyusul aksi ambil untung dan dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved