Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras yang masih relatif tinggi di pasar dinilai wajar dan normal. Sebab, musim panen raya baru berlangsung dan dibutuhkan waktu agar harga komoditas tersebut melandai secara alami.
Demikian dikatakan Guru besar Institut Pertanian Bogor sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Indonesia Dwi Andreas Santosa kepada Media Indonesia, Rabu (15/3).
"Panen itu belum berarti gabah itu tertransmisi ke beras. Itu masih perlu waktu, perkiraan saya harga itu akan turun 2-3 minggu lagi," ujarnya.
Baca juga : Kepala Bapanas: Harga Eceran Tertinggi Beras segera Diumumkan
Saat ini, lanjut Andreas, penggilingan-penggilingan padi yang ada tengah dalam proses menyerap gabah hasil panen. Penggilingan gabah itu membutuhkan waktu, pun demikian untuk sampai beredar ke pasar dalam bentuk beras.
Karenanya, di awal masa panen raya tak serta merta harga beras di pasar langsung mengalami penurunan. Itu sedianya bukan baru terjadi saat ini, melainkan setiap waktu. Harga beras akan mulai turun ketika masa panen raya telah berlangsung setidaknya 2 minggu. "Bulan Februari kemarin harga gabah trennya sudah turun. Tapi di tingkat konsumen masih naik terus. Jadi itu hal yang wajar menurut saya," kata Andreas.
Baca juga : Bulog Sulsel dan Sulbar Mengaku Kalah Harga dari Tengkulak
Dia juga menegaskan tingginya harga beras saat ini tidak berarti menggambarkan kelangkaan ataupun ketersediaan yang terbatas. Untuk melihat stok beras, kata Andreas, yang perlu dilihat adalah kondisi Gabah Kering Panen (GKP).
GKP saat ini harganya masih relatif tinggi dan itu menandakan stok GKP kecil. Itu karena GKP banyak diserap oleh pabrik-pabrik penggilingan untuk mengubah gabah menjadi beras.
"Jadi mungkin awal April atau paling tidak akhir bulan ini harga beras itu bisa turun. Transmisi harga itu memang perlu waktu dari gabah menjadi beras," pungkas Andreas. (Z-4)
JELANG Ramadan harga cabai merah, telur, beras, daging ayam, sayuran di sejumlah pasar tradisional merangkak naik hingga banyak para pembeli mengeluh.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved