Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/2) berpotensi menguat ditopang oleh kenaikan harga komoditas di tingkat global. IHSG dibuka menguat 29,63 poin atau 0,43% ke posisi 6.884,4. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,97 poin atau 0,52% ke posisi 953,0.
"IHSG kami perkirakan bergerak menguat hari ini ditopang dari penguatan harga komoditas serta penguatan di global maupun regional," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa. Dari pasar komoditas, harga crude palm oil (CPO) menguat 0,59% ke RM 4.228 per ton, nikel menguat 3,99%, emas menguat 0,43%. Harga batu bara melemah 3,79% dan brent melemah 0,84% menjadi 75,68 per barel.
Dari domestik, pasar menantikan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi Februari 2023 pada Rabu (1/3) yang bersamaan dengan laporan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Februari 2023. Bursa Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan kemarin yang ditopang dari growth-stock, setelah tercatat mengalami melemah pada pekan lalu (dip-buying). Dari segi rilis data ekonomi AS, headline durable goods tercatat menurun di bawah ekspektasi yaitu minus 4,5% month to month (mtm) yang disebabkan oleh penurunan dari air craft orders, tetapi data cpre capital goods tercatat meningkat 1,1% mtm.
Pada pekan ini investor sedang memperhatikan earnings dari sektor retail yang akan dirilis pada Selasa (28/2) waktu setempat. Kemarin, data Yield UST 10 tahun tercatat menurun minus 0,69% menjadi 3,92% dan USD Index menurun minus 0,51% di level 104,67. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 119,90 atau 0,44% ke 27.543,9, Indeks Hang Seng naik 116,12 poin atau 0,58% ke 20.059,6, Indeks Shanghai naik 8,07 poin atau 0,25% ke 3.266,1, dan Indeks Strait Times menguat 15,02 poin atau 0,46% ke 3.278,2. (Ant/OL-14)
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
PT Mitra Murni Perkasa (MMP) dan Mitsui & Co Ltd resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menjalin kolaborasi strategis dalam pemasaran high grade nikel matte.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Hakim Ketua Efendi pun langsung menanyakan kepemilikan mobil dan motor mewah itu kepada Ariyanto.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Permintaan minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik menunjukkan tren penguatan sepanjang awal 2025.
Kegiatan ekspor oleh PT MMS tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan Bea Keluar, Pungutan Ekspor serta melanggar larangan dan/atau pembatasan (Lartas) ekspor.
Pelanggaran Ekspor Komoditas Produk Turunan Minyak Kelapa Sawit Mentah
PT Bumi Makmur Anugerahagung (BMA) menatap cerah pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) domestik pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved