Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan, kebijakan untuk mengimpor beras pada Desember 2022 lalu dilakukan karena stok beras dari dalam negeri habis diserap oleh konsumen. Hal ini terjadi tepatnya pada bulan Juli 2022 saat permintaan beras melonjak tinggi sehingga Perum Bulog tidak mendapatkan bagian dari stok beras dalam negeri untuk kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).
"Juli 2022 tiba-tiba ada lonjakan (permintaan beras). Kita enggak bisa menyerap karena kita enggak dapet. Tapi kita punya stok. Tadinya 800 ribu ton jadi tinggal 180 ribu ton. Sehingga ada evaluasi dari Kementerian Perdagangan termasuk Bapak Presiden, solusinya dalam negeri kurang untuk CBP makanya didatangkan impor 500 ribu ton," ungkapnya dalam Konferensi Pers Strategi Bulog 2023 dan Update Isu Aktual di Kantor Bulog, Jakarta, Kamis (2/2).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Buwas tersebut menambahkan, stok CBP yang dikuasai Bulog saat ini mencapai 600 ribu ton termasuk beras impor. Pada Januari 2023 dikatakan sudah disalurkan 180 ribu ton. Pada Februari 2023 ini, ditargetkan akan disalurkan 200 sampai 500 ribu ton.
Hal ini dilakukan karena Bulog ingin menghabiskan seluruh CBP ini guna memaksimalkan penyerapan beras pada saat panen raya yang diprediksi akan berlangsung pada Mei-Juni 2023.
"Paling lambat, 15 Februari 2023 itu seluruh beras impor sudah ada di Gudang Bulog. Saya mau kosongkan semua beras ini 600 ribu ton akan dikosongkan. Next kita akan serap beras dalam negeri. Itu yang akan menjamin produksi petani untuk kita serap karena Bulog ditugaskan menyerap 2,4 juta ton. Jadi panen nanti bisa kita beli dan gunakan untuk CBP. Targetnya penyerapan 70% dari panen raya dan 30% dari panen gadu," pungkas Buwas. (OL-12)
INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025.
Pemerintah terus mengeklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Namun, disaat yang sama, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
HARGA beras di pasar dunia dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan tahun lalu.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved