Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan peta jalan (roadmap) industri hilir investasi strategis sudah selesai disusun dengan total proyeksi investasi mencapai US$545,3 miliar hingga 2040.
Peta jalan tersebut ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/1).
"Selama ini kita bicara hilirisasi, peta jalan besarnya itu belum ada. Alhamdulillah semua sudah selesai dan tadi kami laporkan kepada Presiden dengan total investasi sampai dengan 2040 sebesar US$545,3 miliar," ucap Bahlil seusai bertemu Kepala Negara.
Secara umum, ia mengatakan roadmap itu meliputi 21 komoditas. Prototipe industri hilir nikel yang sudah terbukti berhasil akan dijadikan referensi pada sektor lainnya. Dengan cara itu, Indonesia akan betul-betul fokus pada peningkatan nilai tambah.
"Tahapan-tahapannya juga sudah tadi kita bahas teknis dan nikel sudah kita lakukan dengan baik. Prototipe nikel yang kita lakukan hilirisasi ini yang akan kita pakai juga untuk sektor-sektor lain, seperti timah, bauksit, kemudian oil and gas, kemudian tembaga. Tidak hanya di sektor itu, tapi juga di sektor perkebunan, pangan, perikanan," tutur mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.
Selanjutnya, Bahlil juga diperintahkan Presiden untuk membuat skala prioritas dalam proses hilirisasi dan target-target yang harus dilakukan selanjutnya.
"Tadi Bapak Presiden memerintahkan saya untuk melakukan skala prioritas untuk apa-apa saja yang harus kita lakukan sekarang. Katakanlah sekarang kita menyetop nikel, kemudian bauksit, ke depan apalagi? Seperti timah, atau tembaga, sebentar lagi. Jadi ini yang akan kita lakukan," ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi utamanya dalam proses menjadi negara maju.
"Ingat, negara di dunia ini yang mempunyai sumber daya alam berbeda antara negara yang punya sumber daya alam yang tidak melakukan hilirisasi dengan yang melakukan hilirisasi. Kalau yang melakukan hilirisasi, percepatan pertumbuhan ekonominya dan menuju ke negara maju lebih cepat daripada yang punya sumber daya alam tapi tidak melakukan hilirisasi," pungkasnya. (OL-8)
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan ketahanan energi Indonesia saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
PRESIDEN Prabowo Subianto melantik 16 orang untuk mengisi jabatan di Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1). Bahlil Lahadalia jadi ketua.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia mengatakan akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di 2026.
Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved