Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mendukung skema power wheeling masuk dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET).
Power wheeling merupakan mekanisme yang mengizinkan perusahaan swasta Independent Power Producers (IPP) untuk membangun pembangkit listrik dan menjual setrum kepada pelanggan rumah tangga dan industri. Namun, skema tersebut sudah dicabut dari daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU EBET.
"Menurut kami sebagian besar di Komisi VII, ruh energi baru terbarukan ada di power wheeling. Apabila skema ini tidak ada, tidak ada kemajuan pengembangan EBT," kata Maman dalam Rapat Kerja Komisi VII dengan Menteri ESDM di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).
Ia berpandangan bahwa dalam mempercepat peralihan transisi energi, tidak semata dikerjakan oleh pemerintah atau perusahaan BUMN, namun ada peran swasta yang bisa didorong dalam meningkatkan pendapatan negara di sektor EBT.
Menurutnya, swasta bisa membangun pembangkit listrik dan membangun jaringan transmisi yang dibutuhkan konsumen, misalnya dalam penggunaan energi solar panel.
"Jika ada entitas pasca terbentuknya UU EBET, lalu dia mau membuat pembangkit listrik tenaga matahari, tapi dia tidak ada transmisi. Mau tidak mau dari transmisi eksisting. Kita berharap bisa dipakai dari jaringan PLN atau lainnya," kata Maman.
Politikus Golkar itu pun meminta adanya uji publik terkait skema power wheeling untuk menjawab adanya isu dugaan liberalisasi jika ada peran swasta dalam membangun pembangkit listrik di Tanah Air.
"Saya justru menantang seluruh akademisi, ahli-ahli, berdebat soal power wheeling ini. Kalau bisa ada uji publik juga. Semua produk undang-undang ini harus memberikan pemanfaatan yang luas," tegasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai tidak ada urgensi skema power wheeling masuk dalam RUU EBET. Namun, perdebatan poin tersebut masih akan dibahas dalam rapat panitia kerja (panja) RUU EBET ke depannya.
"Tidak ada (urgensinya). Sudah jelas pemerintah yang menyediakan energi bersih. Itu kewajiban yang harus dilaksanakan. Tapi, tunggu dalam panja soal pembahasan itu," sebutnya.
Di kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara berpendapat dengan skema power wheeling bisa merugikan masyarakat. Ia khawatir jika harga listrik ke depannya akan semakin tinggi.
"Kerugian paling nyata misalnya, harga listriknya itu lebih mahal. PLN sudah menyediakan daya yang lebih murah dibandingkan swasta," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut dengan konsep multi buyers single sellers (MBSS) yang membolehkan IPP membangun pembangkit listrik, PLN bakal dirugikan.
Marwan mencontohkan bila pembangkit listrik yang dibangun swasta itu memiliki kondisi suplai listrik yang berlebihan atau over supply, maka akan membuat biaya pokok penyediaan (BPP) listrik PLN naik.
Hal tersebut, lanjut Marwan, karena adanya konsep multi buyers single sellers yang membuat PLN wajib membeli listrik yang diproduksi IPP dengan harga sesuai skema take or pay (TOP). Dengan TOP, PLN harus membeli listrik IPP dengan lebih besar dari yang dibutuhkan. (OL-8)
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, secara tegas menolak liberalisasi sektor ketenagalistrikan melalui pasal power wheeling.
Power wheeling merupakan mekanisme yang dapat memudahkan transfer energi listrik dari pembangkit swasta ke fasilitas operasi milik negara secara langsung.
Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding meminta komitmen pemerintah untuk menyelesaikan pembahasan RUU EBET (Energi baru, Energi Terbarukan
Abrar juga meminta kepada seluruh stake holder PLN, untuk terus mengawal pembahasan RUU EBET tersebut.
Sebab, skema power wheeling dalam RUU EBT dinilai membuka ruang liberalisasi sektor ketenagalistrikan, yang seharunya dikendalikan oleh negara.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Instalasi panel surya merupakan lanjutan dari proyek serupa di kantor pusat Mowilex di Jakarta pada 2022 lalu.
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, termasuk milik Medco.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved