Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTASI di sektor digital dan transisi energi bersih merupakan dua area penanaman modal yang berpotensi tumbuh tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Karenanya penting bagi tiap negara berkembang untuk mengoptimalisasi potensi yang dimiliki dari dua sektor tersebut.
Hal itu terungkap dalam laporan Bank Dunia bertajuk Global Economic Prospects yang dirilis pada Selasa (10/1) waktu setempat. Laporan itu menekankan pentingnya perancangan kebijakan yang tepat guna merangsang pertumbuhan investasi berkualitas.
"Sangat penting untuk merancang kebijakan yang dapat merangsang investasi dengan manfaat yang bertahan lama sambil mencegah perilaku oportunistik seperti pencarian rente, dan untuk fokus pada proyek investasi berkualitas tinggi," demikian petikan laporan Bank Dunia yang dikutip pada Rabu (11/1).
Investasi pada sektor digital dan energi bersih dinilai paling prospektif saat ini dan beberapa waktu ke depan. Sebab, pandemi covid-19 menciptakan peluang baru untuk adopsi infrastruktur digital dalam perdagangan dan tata kelola.
Sementara volatilitas pasar energi karena invasi Rusia ke Ukraina dan kebutuhan yang semakin mendesak untuk memenuhi tujuan iklim telah menjadikan pengembangan sumber energi yang bersih, terbarukan, dan terjangkau sebagai prioritas.
Pandemi juga menggarisbawahi potensi pendekatan digital terhadap pendidikan di negara-negara berkembang, tidak hanya untuk mengatasi dampak putus sekolah terhadap pendapatan di masa depan, tetapi juga untuk membantu mengurangi ketimpangan dalam pendidikan, asalkan infrastruktur yang diperlukan dan kondisi dasar lainnya yang sesuai tersedia.
Bank Dunia juga menekankan, dalam jangka panjang, investasi di bidang pendidikan diperlukan untuk memacu penelitian dan pengembangan, dan inovasi.
Dua area investasi itu juga dinilai dapat menjawab kebutuhan investasi negara-negara berkembang untuk memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, memperbaiki kondisi sosial, memperlancar transisi dari pertumbuhan yang didorong oleh sumber daya alam, dan mendukung pertumbuhan keluaran dan pendapatan per kapita jangka panjang.
Pada saat yang sama, prospek pertumbuhan investasi masih lemah, ruang fiskal terbatas, dan kondisi ekonomi makro tidak menentu. Kebutuhan mendesak untuk meningkatkan investasi di negara berkembang dan ekonomi berkembang sudah jelas.
Namun, mobilisasi pembiayaan yang memadai untuk menutup kesenjangan investasi terkait pembangunan yang berasal dari sumber daya dalam negeri, bantuan internasional, pinjaman dari bank pembangunan multilateral, dan investasi sektor swasta asing akan menjadi tantangan.
Tantangan tersebut menuntut strategi kompleks yang menampilkan berbagai langkah fiskal dan struktural untuk meningkatkan investasi publik dan swasta, dengan prioritas khusus yang didorong oleh keadaan negara. (OL-8)
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved