Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton merupakan pilihan terakhir untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang diharuskan sebanyak 1,2 juta ton pada akhir 2022. Diharapkan, stok sebesar itu bisa memenuhi kebutuhan selama Januari-Februari 2023.
Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Budi Wuryanto mengatakan stok yang dikuasi Perum Bulog saat ini tidak dalam kondisi ideal menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Hingga 21 Desember, CBP yang dipegang perseroan hanya sebesar 399 ribu ton. Padahal, idealya, stok di gudang Bulog minimal harus 1,2 juta ton dalam kondisi apapun.
“Karena itu, pemerintah melakukan top up agar CBP bisa mencapai 1,2 juta ton. Jadi impor 500 ribu ton merupakan pilihan terakhir untuk memenuhi CBP,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/12).
Meskipun sudah ditambah 500 ribu ton dari pengadaan impor, ketersediaan di Bulog masih belum mencapai 1 juta ton. Oleh karena itu, pengadaan juga akan tetap didorong dari dalam negeri.
"Pada Maret 2023 saat panen raya, pemerintah akan mendorong Bulog untuk segera menyerap gabah/beras petani,” sambungnya.
Budi mengatakan tipisnya stok CBP saat ini adalah karena tingginya pengeluaran beras untuk operasi pasar sejak Juli lalu. Kegiatan itu dilakukan demi menjaga harga beras tetap rendah di tingkat konsumen.
"Jika stok CBP Bulog menipis sementara tidak ada pemasukan, sulit bagi pemerintah meredam laju peningkatan harga beras. Padahal kenaikan harga beras berkontribusi tinggi terhadap inflasi dan kenaikan pangan lainnya,” tutur Budi.
Adapun, Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandari menjelaskan, pada April 2022, stok CBP tercatat mencapai 1,2 juta ton. Hitungan Bulog, stok itu bisa bertahan hingga akhir tahun.
Namun, saat Agustus 2022 harga beras melonjak tinggi di pasar. Hal itu terjadi karena adanya kebijakan kenaikan BBM. Akhirnya, Bulog terpaksa melepas banyak stok demi menetralkan harga.
“Kondisi inilah yang mengakibatkan stok tergerus," tandasnya. (OL-8)
INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025.
Pemerintah terus mengeklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Namun, disaat yang sama, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
HARGA beras di pasar dunia dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan tahun lalu.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved