Rabu 23 November 2022, 06:30 WIB

Inovasi Sosial Pertanian Terpadu PEP Sangasanga Field Tingkatkan Perekonomian Petani

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Inovasi Sosial Pertanian Terpadu PEP Sangasanga Field Tingkatkan Perekonomian Petani

Dok.Ist
Program pengembangan masyarakat melalui pertanian terpadu yang dikembangkan Pertamina EP Sangasanga Field

 

PT Pertamina EP Sangasanga Field (PEP Sangasanga Field) yang tergabung dalam Zona 9 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina sukses dalam menjalankan program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (TANTE SISKA) di Desa Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Program pengembangan kegiatan pertanian  dengan skema ekonomi berputar (circular economy) serta sistem inovasi sosial PEP Sangasanga Field mengedepankan efisiensi dan pengembangan keanekaragaman produk secara ramah lingkungan.

Gondo Irawan, Senior Manager PEP Sangasanga Field, mengatakan TANTE SISKA adalah program pertanian terintegrasi (integrated farming) yang dijalankan sejak 2019. Program  pemberdayaan masyarakat ini mengoptimalisasi proses pertanian terpadu dengan mengintegrasikan empat bidang kegiatan, yaitu peternakan, pupuk organik, pertanian, dan pengembangan. PEP Sangasanga Field menerapkan strategi optimalisasi produk turunan dan pemanfaatan limbah pertanian pada tiap bidang sehingga ramah lingkungan. 

“Salah satu upaya yang kami lakukan dalam merespons penurunan produktivitas dan hilangnya pendapatan masyarakat yang disebabkan oleh penutupan perusahaan tambang adalah dengan merevitalisasi lahan pasca tambang batubara menjadi lahan pertanian yang efektif,” ujar Gondo di Sangasanga, Kutai Kartanegara, baru-baru ini.

Gondo menyebutkan, tahun ini program TANTE SISKA mengembangkan sistem pertanian sirkularnya dengan membudidayakan unggas. Kotoran unggas kemudian diolah sebagai campuran  pupuk organik yang diproduksi Kelompok Setaria. Pupuk unggas dinilai memiliki tingkat  produktivitas yang relatif cepat untuk jenis sayuran yang memiliki jangka waktu panen relatif singkat seperti kangkung dan bayam. “Upaya ini juga dilakukan dengan tujuan mendukung program Kementerian Pertanian untuk menggunakan pupuk organik sebagai nutrisi bagi pertumbuhan tanaman,” katanya.

Tak hanya budidaya  unggas, lanjut Gondo, Kelompok Setarian juga mengembangkan perkebunan telang dan mengolah hasil dari bunga telang tersebut menjadi makanan dan juga minuman yang diberi nama “Sarijiwa”. Bunga telang diketahui memiliki beberapa khasiat salah satunya untuk meningkatkan imunitas tubuh. 


Inovasi sosial juga dilakukan pada rumah pembibitan berupa vertical garden. Adanya vertical garden dilatarbelakangi terbatasnya lahan pertanian di Sangasanga sehingga inovasi ini muncul agar petani tetap melakukan aktifitas bertani kendati terbatas tidak adanya tanah untuk digarap. “Inovasi vertical garden saat ini mulai direplikasi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella. Sebelumnya KWT rosella ini melakukan aktifitas pertanian di lahan akan tetapi terkendala banjir yang mengakibatkan pertanianya gagal panen,” katanya.

Berdasakan Studi LPPM IPB University pada 2020, salah satu satu inovasi TANTE SISKA, yaitu Inovasi Damkar berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 7,76 ton CO2eq/tahun. Inovasi ini mengubah asap bahan bakar menjadi asap cair dan dapat digunakan sebagai campuran kompos dan pupuk cair. 

Inovasi Damkar merupakan bagian dari Eco-Innovation PEP Sangasanga Field yang terintegrasi dengan nilai- nilai utama perusahaan. Berkat inovasi yang dilakukan, pendapatan kelompok mencapai menjadi Rp354 juta/tahun pada 2021, atau lebih dari 27 juta per bulan. Itu berarti, program ini berhasil merespons permasalahan yang ada di daerah sekitar operasional perusahaan.

Dari segi lingkungan, sebesar 1,61 hektare berhasil direvitalisasi dan digunakan kembali, serta sebanyak 7,76 ton CO2eq/tahun emisi CO2 berhasil dikurangi. Dari sisi segi ekonomi, program ini berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp354 juta per tahun dan penghematan pembelian pupuk sebesar Rp48,3 juta per tahun. 

Sutrimo, Ketua Kelompok Tani Setaria, menjelaskan produk yang dihasilkan dari pertanian terpadu di TANTE SISKA menambah pendapatan masyarakat, serta membantu mengatasi permasalahan pembakaran Sekam Padi yang selama ini dilakukan petani. Sebelumnya, TANTE SISKA mendapatkan Sekam Padi gratis, sekarang setelah masyarakat tahu manfaat dari mengelola Sekam Padi membayar Rp  5.000 per kilogram. 

“Itu pun sering kali kami tidak dapat barangnya karena sudah diproses sendiri oleh para petani. Kami bersyukur bahwa program dan ilmu yang kami sampaikan di Kelompok Setaria ini ditiru dan direplikasi oleh masyarakat lain,” katanya.

Program CSR TANTE SISKA Binaan PEP Sangasanga Field berhasil meraih Gold di Ajang E2S Proving League 2022, penghargaan Best Community Program Kategori Emas dalam ajang 14th Annual Global CSR Award 2022 di Hanoi, Vietnam.

Akses Air Bersih PHSS

Masih di wilayah Kutai Kartanegara, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), yang juga bagian dari Zona 9 Regional Kalimantan, juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat berupa penyediaan fasilitas Water Supply System di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak. Program penyediaan kualitas dan akses air bersih bagi  masyarakat ini sangat diperlukan  bagi masyarakat Desa Saliki.

Program WSS Saliki didesain sebagai program pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkolaborasi dengan program pemerintah, yaitu Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). “Instalasi WSS digunakan untuk mengolah air yang sebelumnya berkualitas buruk dan tidak dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari menjadi air bersih, lalu dialirkan ke rumah-rumah warga menggunakan sambungan pipa air,” kata Ade Diar Suhendar, Mangaer Field PHSS.

Warga sebagai pengguna air dikenakan biaya  iuran  per bulan yang dikelola oleh BUMDES Mekar Sejati sesuai dengan pemakain air yang tercatat pada meteran. Uang iuran digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional sebagai biaya pemeliharaan dan perawatan sarana WSS Saliki, pengelolaan depot air minum isi ulang “Siagaro”, dan penyediaan es batu  yang merupakan hasil usaha turunan program yang berdiri karena adanya WSS Saliki

“Saat ini sudah ada 239 Kepala Keluarga mendapatkan akses air bersih. Income yang dihasilkan BUMDES dari iuran  pemakaian air per bulan Rp13,16 juta,” kata Ade.

Dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance), PT Pertamina Hulu Indonesia dan anak usaha di Regional Kalimantan, menerapkan program TJSL yang inovatif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). (RO/E-1)

Baca Juga

Antata

KKP Siap Kawal Mutu Produk Perikanan di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:33 WIB
Selain itu, pengendalian mutu produk perikanan turut dilakukan melalui sertifikasi secara...
MI/AGUNG WIBOWO

Menparekraf Minta Wisman tidak Ragu Berkunjung ke Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:40 WIB
Saat ini, pemerintah bersama semua pihak terkait sedang menyusun aturan detail dan SOP aktivitas wisata yang dapat menjamin keamanan serta...
Ist

Gandeng Seniman Milenial Lokal, Foot Locker Hadirkan Gerai 'Power Store' Menarik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:23 WIB
Pada hari ini atau Jumat (12/9), Foot Locker Indonesia membuka gerai terbesarnya di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya