Senin 21 November 2022, 16:29 WIB

BI: Upah Minimum Harus Dikendalikan Karena Berpengaruh Kepada Inflasi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Upah Minimum Harus Dikendalikan Karena Berpengaruh Kepada Inflasi

MI/Susanto
Bank Indonesia

 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pengendalian upah minimum perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Pasalnya, menurut dia upah ini berkaitan erat dengan inflasi administered price atau harga yang diatur pemerintah.

"Masalah (inflasi) administered price itu ada di tarif angkutan dan ini perlu dikendalikan. Juga sekarang ada kenaikan UMR juga harus dikendalikan. Kalau ini bisa dilakukan akhir tahun ini (inflasi) bisa di bawah 6% akan bagus," ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (12/11).

Perry menjelaskan, pada bulan Oktober 2022 inflasi memang turun 5,7%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan BI sebesar 6,1%. Namun, capaian inflasi ini dikatakan masih di atas 4% dan harus diturunkan.

"Masalahnya untuk bulan November dan Desember 2022 dampak penyesuaian harga BBM akan berlangsung. Kemungkinan (inflasi) akan naik, perkiraan kami 6,1%. Moga-moga lebih rendah lagi," kata Perry.

Dia juga membahas mengenai inflasi volatile food atau inflasi pangan yang pada Oktober 2022 sudah turun 7,2% dibandingkan September 2022 yang tercatat 10%.

Meskipun turun ke angka 7,2%, Perry menilai bahwa inflasi pangan harus terus diturunkan sampai 5%.

"Kami minta dukungan Komisi XI DPR RI untuk Gerakan Nasional Inflasi Pangan (GNPIP). Kita harus terus gencarkan. Kita operasi pasar, tenangkan para pedagang supaya inflasi pangan turun lagi dari 7,2% menjadi sekitar 5%," tuturnya.

Terkait proyeksi inflasi tahun depan, Perry memperkirakan inflasi akan tetap tinggi pada kuartal I dan II 2023. Namun, inflasi inti akan diupayakan untuk berada di bawah 4%.

"Nah inflasi pangan juga harus turun sekitar 5%, administered price dari sisi tarif angkutan juga enggak naik berlebihan dan upah juga jangan naik berlebihan. Kalau itu bisa demikian, tahun depan inflasi bisa ke angka 3,6%," pungkas Perry. (OL-12)

Baca Juga

Antara

Di Tengah Ancaman Resesi Global, Indonesia Jadi Magnet Investasi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 17:01 WIB
Mudrajad mendukung arahan Presiden Joko Widodo, yang meminta jajarannya agar tidak mempersulit...
Isy

Tren Produk Makanan dan Minuman Korea Rambah Pasar Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 14:49 WIB
Selain makanan olahannya, bahan makanan yang diimpor dari Korea Selatan juga ramai beredar di pasar modern...
Ist

DEP National Convention Dorong Mitra Bergerak Cepat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 14:09 WIB
DEP Nascon kali ini mengambil tema "Let's Make Miracles" yang merupakan ajakan bagi seluruh mitra usaha DEP untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya