Senin 14 November 2022, 12:49 WIB

Indonesia Optimistis Pertemuan Tingkat Sherpa Hasilkan Deklarasi Pimpinan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Indonesia Optimistis Pertemuan Tingkat Sherpa Hasilkan Deklarasi Pimpinan

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso

 

PEMERINTAH Republik Indonesia yakin pertemuan Sherpa G20 keempat yang berlangsung pada 11-14 November di Jimbaran, Bali, akan menghasilkan kesepakatan leader’s declaration (deklarasi pimpinan).

Pertemuan ini sekaligus menjadi yang terakhir sebelum KTT G20 dalam Presidensi G20 Indonesia. Leaders’s declaration merupakan komitmen dari para pemimpin G20 terhadap upaya bersama dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan pascapandemi covid-19. 

“Teman-teman sherpa semua negara sepakat mengupayakan menghasilkan output document atau yang sering kita sebut leader’s declaration terutama untuk KTT G20 Indonesia 2022. Itu tujuan utamanya. Masih berproses, masih berjuang,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso yang ditemui di Intercon Hotel, Minggu (13/11).  

Ia menjelaskan pertemuan yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu berjalan dinamis. Semua peserta memiliki semangat berkomitmen sembari menyesuaikan kepentingan masing-masing, terlebih membaca konstelasi geopolitik saat ini. Indonesia juga memfasilitasi perwakilan sherpa setiap negara untuk terus berkomunikasi baik formal maupun informal.

“Kalau melihat perkembangan yang ada sampai siang ini, kita optimistis bisa menghasilkan satu output document di mana Indonesia menjadi presidensi tahun 2022. Masih ada beberapa waktu ke depan menjelang KTT. Mudah-mudahan sesuai harapan kita,” ungkap Susiwijono yang juga Ketua Sekretariat Gabungan Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia.

Menurutnya ada dua hal penting yang perlu diketahui dari pembahasan sherpa keempat ini. Pertama adalah semua perwakilan sherpa hadir secara fisik di Indonesia. Lalu, semua sherpa memiliki komitmen kuat di tengah dinamika dan perbedaan untuk menghasilkan kesepakatan bersama.

Baca juga: Pertemuan Tingkat Sherpa Digelar Menjelang KTT G20, Optimistis Upayakan Kesepakatan Leaders’ Declaration

Ia pun mengatakan Presidensi G20 Indonesia 2022 sejak awal akan berbeda dari pertemuan-pertemuan G20 sebelumnya.

“Kita ingin forum G20 sebagai premier forum ekonomi dan keuangan betul-betul menghasilkan dokumen yang menghasilkan manfaat nyata baik untuk kepentingan nasional kita maupun solusi dinamika tantangan ke depan,” tuturnya.

Oleh karena itulah, lanjut Susiwijono, sejak awal hasil pertemuan dan pembahasan sherpa juga akan menghasilkan lampiran (annex) yang disebut concrete deliverables.

“Concrete deliverables itu nanti namanya mungkin akan teknis ya ada basket 1, basket 2. Basket 1 itu proyek yang sifatnya multilateral, ada yang sifatnya bilateral,” jelasnya.  

Hasil pembahasan selanjutnya akan menjadi lampiran dari deklarasi pimpinan. Di dalamnya terdapat kurang lebih 226 proyek maupun inisiatif. Dari jumlah tersebut ada 115 yang terkait dengan prioritas isu Presidensi Indonesia 2022.

“Arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, yang ketiga transisi energi plus isu ketahanan pangan. Itu yang kita desain menjadi proyek inisiatif yang konkret terutama untuk membantu, solusi menyelesaikan berbagai krisis dunia seperti pangan, energi, dan finance,” tukasnya.

Susiwijono belum bisa merinci isu-isu substansi tersebut. Sebab keputusan ini menjadi bahasan yang sangat strategis. Untuk itu, setiap sherpa masih terus berkomunikasi dengan pimpinannya.

Menurut Susiwijono, selain melanjutkan tradisi dari semua pertemuan G20 sebelumnya, kesepakatan ini akan menjadi preseden baik bagi presidensi KTT G20 berikutnya di India yang akan dilangsungkan tahun depan. 

“Jadi kalau kita melihat troika itu ada tiga negara. Presidensi tahun ini dibantu negara sebelum dan sesudahnya. Sekarang ini troikanya adalah Indonesia, yang lalu Italia dan tahun depan India. Nah yang tahun depan troikanya adalah Indonesia, India, dan Brasil. Ketiganya adalah negara berkembang,” pungkas Susiwijono.

Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia sendiri meliputi 12 Working Groups (WG) dan 10 Engagement Groups (EG). Selain itu, peran vital Sherpa Track juga untuk mengadakan berbagai kegiatan lainnya seperti culture and creative economy, Research and Innovation Ministers’ Meeting, Side Event, dan Joint Ministerial Meeting yang merupakan bentuk kerja sama antar Kementerian dan Lembaga.(RO/OL-5)

Baca Juga

Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Raih Platinum Rank di ASRRAT 2022

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:21 WIB
Penguatan transparansi itu menjadikan hasil penilaian di ajang ASRRAT meningkat dari Gold Rank menjadi Platinum Rank yang merupakan level...
Dok.SIG

SIG Raih Penghargaan Top Sustainable Development Goals pada Ajang Top SDGs Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:23 WIB
SIG telah menetapkan tiga pilar sebagai prioritas keberlanjutan Perseroan sebagai kerangka dan acuan strategi perusahaan...
Dok. Bea Cukai

Sinergi Antarinstansi Dorong Implementasi NLE

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 20:35 WIB
NLE merupakan ekosistem logistik nasional yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya