Selasa 01 November 2022, 18:27 WIB

Ekonomi Tiongkok Melambat, IMF: Berdampak ke Kawasan Asia

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Ekonomi Tiongkok Melambat, IMF: Berdampak ke Kawasan Asia

AFP
Foto udara aktivitas pelabuhan di wilayah Nanjing, Tiongkok.

 

PELAMBATAN ekonomi Tiongkok dinilai akan berdampak besar bagi sejumlah negara di kawasan Asia. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa pelambatan ekonomi 1% di Negeri Tirai Bambu akan berdampak pada pelemahan hingga 0,3% bagi negara-negara Asia.

"Ketika Tiongkok melambat satu poin persentase, ini mengarah pada perlambatan 0,3% di ekonomi Asia lainnya. Jadi ini diperhitungkan dalam perkiraan kami," jelas ekonom senior IMF untuk Asia dan Pasifik Yan Carriere-Swallow, Selasa (1/11).

Adapun kinerja ekonomi Tiongkok pada tahun ini diprediksi bakal tumbuh 3,2%. Angka yang dirilis pada Oktober itu lebih rendah dari proyeksi IMF, yang dikeluarkan pada Juli dan April, yakni 3,3% dan 4,4%.

Baca juga: Indonesia Berharap Pada Ekonomi Digital di Tengah Ancaman Resesi

Prakiraan pertumbuhan tersebut menjadi yang terendah ketiga sejak 1977. Kondisi itu tidak lepas dari sikap ketat Tiongkok terhadap kebijakan nol covid-19 di sejumlah wilayah. Berikut, adanya dampak guncangan ekonomi global.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang rendah itu berimbas pada prakiraan pertumbuhan ekonomi wilayah Asia. Yan menyebut pada tahun ini, ekonomi wilayah Asia hanya akan mampu tumbuh 4%, atau jauh lebih rendah dari 2021 sekitar 6,5%.

Sementara pada 2023, ekonomi wilayah Asia diperkirakan tumbuh di kisaran 4,3%. Namun, pihaknya menegaskan bahwa proyeksi itu tidak merepresentasikan kemampuan setiap negara di kawasan Asia. Sebab, pertumbuhan tahun depan tertangkap dari analisis IMF pada perekonomian Tiongkok. 

Baca juga: Gubernur BI Tetapkan Sembilan Pemimpin Baru Di Bank Indonesia

"Sebagian besar negara di kawasan, termasuk Indonesia, kami memperkirakan benar-benar melihat perlambatan pertumbuhan lebih lanjut pada 2023," imbuh Yan.

Permasalahan ekonomi Tiongkok menjadi salah satu hambatan yang cukup menantang bagi negara Asia. Selain itu, ketatnya kebijakan likuiditas bank sentral di kawasan dan perang Rusia-Ukraina, turut menjadi hambatan.

Dalam laporan IMF, Indonesia diproyeksikan bakal memiliki pertumbuhan ekonomi hingga 5,3% pada tahun ini. Namun, lembaga tersebut memangkas prakiraan pertumbuhan Indonesia tahun depan dari 5,2%, kemudian menjadi 5%.(OL-11)

 

Baca Juga

Ist/DPR

Kepada Menteri BUMN, Rapsel Ali Minta Kolaborasi BUMN dan Swasta Ditingkatkan  

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 15:19 WIB
Rapsel Ali meminta kolaborasi antara BUMN dan swasta terus ditingkatkan. Menurutnya, itu kebijakan strategis yang membantu peningkatan...
Antara

Wamen BUMN Pastikan Kereta Cepat Beroperasi Juni 2023

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 05 Desember 2022, 15:11 WIB
Ada dua layanan yang akan menghubungkan pusat Jakarta dan Bandung dengan Stasiun Kereta Cepat. Layanan tersebut adalah LRT Jabodebek dan KA...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pengusaha Optimis Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Atas 5% Tahu Depan

👤 M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:51 WIB
Apindo optimistis Indonesia akan selamat dari suramnya perekonomian global tahun depan. Resesi dunia yang digadang terjadi dinilai tak akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya