Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI asuransi jiwa di Indonesia ternyata berkontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dan ini terus konsisten dari tahun ke tahun.
Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon dalam rilis yang diterima Media Indonesia, beberapa waktu lalu, industri asuransi jiwa menghimpun dana investasi jangka panjang. Total dana ini sebagian iinvestasikan dalam bentuk deposito, sukuk, SBI, reksadana, saham.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) total investasi industri asuransi jiwa sampai dengan Juni 2022 tercatat sebesar Rp536,67 triliun atau meningkat 3,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.
Baca juga : Ekonomi AS Diperkirakan tidak Stagflasi, ini Alasan Yellen
Dari total tersebut, sebesar 22,8% atau Rp122,46 triliun ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa senantiasa mendukung program-program pembangunan jangka panjang Pemerintah.
Selain itu, industri asuransi jiwa juga berperan dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia melalui penempatan investasi dalam bentuk saham, sukuk korporasi dan reksadana sebesar Rp329 triliun atau 61,3% dari total kelolaan investasi industri asuransi jiwa.
“Industri asuransi jiwa berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui perlindungan dan pengelolaan keuangan masyarakat. Untuk itu, AAJI senantiasa mendorong seluruh perusahaan anggota dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan manajemen risiko, tata kelola yang baik dan kualitas sumber daya manusia yang sejalan dengan Roadmap Industri Asuransi Jiwa,” jelas Budi Tampubolon.
Baca juga : 50 Tahun PT JIEP Berkarya untuk Indonesia
Penyusunan roadmap industri asuransi jiwa Indonesia ini, kata Budi Tampubolon dibutuhkan dalam mendukung perkembangan industri asuransi jiwa di Indonesia.
‘’Hal ini guna menjadikan industri Asuransi jiwa semakin menjadi bagian dari masyarakat, terus bertumbuh dan mampu terus berkontribusi dalam mendorong pembangunan nasional Indonesia,’’ jelasnya.
Tata kelola investasi
Baca juga : Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Sigi Jadi Tuan Rumah Festival Lestari 5
Tata kelola investasi yang dilakukan perusahaan asuransi jiwa perlu menjadi perhatian. Apalagi, saat ini Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus mendorong penetrasi dan densitas asuransi di Tanah Air.
Penetrasi dan densitas yang tinggi diperlukan bukan saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan, dana kelolaan investasi asuransi nantinya digunakan untuk membayarkan klaim nasabah.
Sebagai informasi, berdasarkan data OJK, per Juli 2022 dana kelolaan investasi perusahaan asuransi jiwa tercatat senilai Rp 526,23 triliun. Capaian tersebut masih tumbuh 7,21% dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp490,81 triliun.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan wajib menempatkan dana kelolaan ke instrumen investasi yang memiliki karakteristik dan periode jatuh tempo yang sama dengan polis nasabah. (Antara/Gan/OL-10)
Survei terbaru mengungkap tren yang jelas: keamanan finansial telah menjadi kekhawatiran utama, mengalahkan isu-isu lainnya.
Tekanan geopolitik global yang meningkat berdampak pada naiknya volatilitas di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
Rendahnya tingkat kepemilikan asuransi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
PT Asuransi BRI Life mencatat total pembayaran klaim hingga November mencapai Rp4,70 triliun atau tumbuh sebesar 2% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved