Rabu 26 Oktober 2022, 19:15 WIB

Solusi Baru di Tengah Ketidakpastian

Budi Ernanto | Ekonomi
Solusi Baru di Tengah Ketidakpastian

DOK IST
Konferensi pers peluncuran Great Prestige Protector.

 

OKTOBER ini diperingati sebagai Bulan Inklusi Keuangan. Berdasarkan rilis resmi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025  dengan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru tahun 2019, tercatat bahwa tingkat inklusinya mencapai 76,19%-meningkat dibandingkan 2016 yaitu sebesar 67,8%.

Meski meningkat, data terbaru tersebut menunjukkan bahwa adanya gap yang cukup tinggi antara indeks literasi (38,03%) dan inklusi (76,19%). Dari setiap 100 masyarakat Indonesia, terdapat 76 masyarakat yang inklusif menggunakan produk/layanan keuangan, tetapi hanya sejumlah 38 yang memahami dengan benar. 

Sebagai salah satu upaya meningkatkan inklusi keuangan untuk mencapai target 90% pada 2024, bersamaan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada Oktober 2022, Great Eastern Life Indonesia bersama dengan mitra strategisnya Bank OCBC NISP menghadirkan Great Prestige Protector, produk asuransi jiwa dalam mata uang rupiah yang memberikan kepastian perlindungan diri dan pertumbuhan aset selama 10 tahun pertama sejak Polis berlaku. 

Produk itu bisa menjadi solusi untuk mengantisipasi berbagai risiko kehidupan ditengah ketidakpastian yang kerap dihadapi oleh masyarakat Indonesia.  “Great Eastern Life Indonesia memahami bahwa kecemasan terhadap risiko kehidupan akan terus bermunculan. Oleh sebab itu, kami menghadirkan GREAT Prestige Protector yang menjamin kepastian pertumbuhan aset selama 10 tahun pertama serta perlindungan diri yang optimal," jelas Nina Ong, Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (26/10).

"Dengan begitu, masyarakat dapat merealisasikan tujuan keuangan yang sudah direncanakan dan meraih berbagai aspirasi dalam kehidupan dengan tenang,” sambung dia.

Menurut Nina, Great Prestige Protector memberikan tiga jenis kepastian, yaitu kepastian hasil investasi, perlindungan, dan pencapaian tujuan keuangan. Dengan hanya satu kali pembayaran premi, lanjut dia, tujuan keuangan jangka panjang yang direncanakan akan tetap terlindungi.

Kemudian Great Prestige Protector juga bisa menjadi alat untuk mencapai tujuan akhir dari literasi dan inklusi keuangan—financial well-being—dengan ketahanan keuangan (financial resilience). Seseorang dapat dikatakan memiliki ketahanan keuangan ketika ia berhasil mengatasi berbagai masalah dan guncangan finansial yang dihadapinya.

Baca juga: kesehatan mental adalah fondasi untuk masa depan anak

Tasya Kamila dalam konferensi pers Great Prestige Protector, pada Kamis di Habitate Jakarta, turut membagikan upayanya dalam mencapai ketahanan finansial. Artis kelahiran 1992 yang sudah berkarya sejak masih di taman kanak-kanak tersebut menyarankan agar masyarakat Indonesia juga memiliki perlindungan terhadap hasil jerih payah usahanya.

“Bagi saya, menabung itu penting. Namun, yang tidak kalah penting juga adalah melindungi hasil tabungan itu, bisa berupa aset ya, agar tetap aman meski terjadi berbagai masalah yang tidak diprediksi sebelumnya. Hal itu dampaknya ke diri sendiri dan juga keluarga yang kita cintai. Melindungi hasil jerih payah sama halnya dengan melindungi orang-orang yang kita cintai,” ujar Tasya. 

GREAT Prestige Protector yang dipasarkan melalui jalur bancassurance dengan menggandeng Bank OCBC NISP sebagai mitra strategis diharapkan juga membantu meningkatkan Premi asuransi  jiwa  melalui  kanal bancassurance yang pada tahun 2021 berhasil tumbuh 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

 Kenaikan tersebut mengindikasikan bahwa selama masa pandemi Covid-19, masyarakat memilih membeli produk asuransi yang ditawarkan melalui kanal bancassurance. GREAT Prestige Protector juga mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat sehingga dalam jangka waktu 1 bulan periode soft-launch sejak 19 September 2022, GREAT Prestige Protector berhasil masuk dalam jajaran 5 besar produk asuransi yang paling diminati nasabah di Great Eastern Life Indonesia. 

“Sejalan dengan aspirasi untuk meningkatkan inklusi keuangan, kami melihat inklusi keuangan bukan hanya sebatas pengetahuan mengenai investasi dan cara untuk menumbuhkan aset secara optimal. Hal lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan awareness pentingnya proteksi terkait pengelolaan keuangan.

Dalam pengelolaan wealth management, Bank menyediakan solusi keuangan kepada nasabah sesuai dengan  kebutuhan masing-masing individu. Produk bancassurance merupakan salah satu pilihan dalam melakukan diversifikasi wealth management, di mana selain perlindungan juga memiliki komponen investasi,“ ujar Juky Mariska, Wealth Management Head Bank OCBC NISP.

Untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan, Bank OCBC NISP juga menghadirkan Ruang meNyala, yaitu kelas-kelas gratis yang memiliki tematik tema diskusi seputar pengelolaan keuangan dan berbagai macam topik investasi bersama dengan praktisi atau pun financial expert. Kelas-kelas tersebut dapat dihadiri secara online ataupun offline di FFG PIK at The COVE, Jakarta ataupun di FFG Mall Ciputra World, Surabaya

Baik Great Eastern Life Indonesia maupun Bank OCBC NISP berharap agar asuransi GREAT Prestige Protector dapat menjadi solusi perlindungan yang tepat guna untuk masyarakat Indonesia. Dengan demikian, selain terliterasi dan terinklusi, masyarakat Indonesia juga dapat memperoleh ketenangan hidup (peace of mind) dalam meraih berbagai aspirasi dalam hidup dan jadi hebat, Reach for Great. (R-3)

Baca Juga

Ist/Dok.Pri

Pilot Project Pabrik Minyak Makan Merah Belum Juga Rampung

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:07 WIB
Pembangunan pabrik minyak makan merah di Sumatra yang sebelumnya dijanjikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM akan rampung pada Januari...
MI/HO

Lawan Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Luncurkan Gerakan 1 Juta Patok

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 09:37 WIB
Menurut Hadi, mafia tanah seringkali hadir memanfaatkan kekaburan dan ketidakjelasan batas-batas kepemilikan...
ADAM DWI / MI.

Marak Social Commerce, Perlindungan Data Pribadi Harus Diterapkan

👤 Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 08:55 WIB
Di sisi lain, di berbagai negara nyatanya model bisnis social commerce dinilai dapat menimbulkan berbagai risiko. Risiko ini termasuk dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya