Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan masih terus bergerak melemah di tengah surplus neraca perdagangan September. Rupiah ditutup melemah 61 poin atau 0,39% ke posisi 15.488 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 15.427 per dolar AS.
"Saya lihat memang pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen global, yaitu kekhawatiran resesi, yang diakibatkan oleh penaikan suku bunga di banyak negara secara agresif tahun ini," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/10). Selain itu, lanjut Rully, likuiditas dolar di banyak negara semakin mengetat sehingga mendorong tingginya permintaan terhadap dolar AS.
Dari domestik, surplus neraca perdagangan September pun tampaknya belum mampu menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. "Surplus pun kalau dilihat lebih rinci, ekspor mengalami penurunan cukup signifikan, secara bulanan mengalami kontraksi," ujar Rully.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus US$4,99 miliar pada September dengan nilai ekspor US$24,8 miliar dan impor US$19,81 miliar. Neraca perdagangan Indonesia sampai September membukukan surplus selama 29 kali berturut-turut sejak Mei 2020. Dengan demikian neraca perdagangan RI pada Januari-September mengalami surplus sebesar US$39,87 miliar dengan surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar US$58,75 miliar dan defisit neraca perdagangan migas US$18,89 miliar.
"Pada saat yang bersamaan impor juga menurun. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi global yang melambat mulai berdampak kepada kinerja ekspor dan impor Indonesia," kata Rully.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi 15.468 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 15.461 per dolar AS hingga 15.500 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi 15.480 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 15.390 per dolar AS. (Ant/OL-14)
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
RUPIAH berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus level 6,45% pada perdagangan Jumat, (20/2).
Kurs rupiah menguat ke level 16.885 (JISDOR) setelah kesepakatan dagang New Golden Age RI-AS diteken Prabowo dan Trump. Simak analisis lengkapnya di sini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved