Kamis 13 Oktober 2022, 22:05 WIB

400 Ribu Petugas Regsosek Dilindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

mediaindonesia.com | Ekonomi
400 Ribu Petugas Regsosek Dilindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ist
Pemberian santunan program JKK dan JKM kepada ahli waris petugas Regsostek di Hotel Le Meridien Jakarta.

 

PENDATAAN Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) kepada seluruh penduduk Indonesia yang akan dimulai pada Oktober tahun 2022.

Pelaksanaan Regsosek akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk melaksanakan Regsosek, BPS akan mengerahkan sejumlah petugas.

Guna menjamin seluruh petugas Regsosek yang pekerja yang terlibat dalam survei dan pendataan tersebut akan didaftarkan ke dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sebagai tanda telah menjadi peserta, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Zainudin, secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan kepada tiga petugas Regsosek.

Selain itu,  seorang ahli waris dari petugas yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja juga mendapat santunan program Jaminan Kecelaan Kerja (JKK) di sela-sela kegiatan sosialisasi pendataan awal Regsosek Tahun 2022 di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (12/10).

Atqo Mardiyanto menyampaikan, seluruh petugas Regsosek yang jumlahnya berkisar 400 ribu tenaga kerja ini akan mendapatkan perlindungan yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK.

Baca juga: Presiden Berpesan BPJS Ketenagakerjaan Hati-Hati Kelola Dana

“Semua petugas registrasi sosial ekonomi, karena ini nanti tugasnya di lapangan, ada yang di perkotaan, di gunung, di hutan, di seluruh wilayah Indonesia, maka petugas ini kita daftarkan ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kalau terjadi apa-apa petugas sudah terlindungi,” jelas Atqo Mardiyanto.

Regsosek adalah proses pengumpulan data seluruh penduduk Indonesia yang dilakukan secara door to door untuk mendapatkan informasi berupa data kependudukan, data ketenagakerjaan, kondisi perumahan, kesehatan dan disabilitas, perlindungan sosial, data pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.

Proses Regsosek akan dilakukan pada tanggal 15 Oktober hingga 14 November.

Di sisi lain, Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin mengapresiasi apa yang dilakukan BPS dalam melindungi seluruh tenaga kerja yang akan terlibat dalam proyek berskala nasional ini.

“Terima kasih Pak Atqo karena kami sudah diajak untuk ikut berpartisipasi mensupport gawean besar nasional ini," kata Zainudin.

"Kami sudah bergerak sesuai dengan MoU yang sudah ditandatangani antara BPS dan BPJAMSOSTEK, tim kami sudah bergerak untuk memastikan seluruh petugas Regsosek di manapun ditugaskan untuk dapat fasilitas dalam hal pelayanan dan pendaftaran,” papar Zainudin.

Seluruh petugas Regsosek didaftarkan ke dalam 2 program BPJAMSOSTEK yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

JKK merupakan manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat Peserta mengalami Kecelakaan Kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja, sedangkan JKM merupakan manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia.

 Jika Peserta memiliki anak, maka akan mendapatkan beasiswa pendidikan dari jenjang Taman Kanak- Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi atau sebesar maksimal Rp174 juta untuk 2 orang anak.

Zainudin jugamengatakan pihaknya siap berkolaborasi untuk memastikan Regsosek ini terselenggara dengan baik dan akhirnya mendapatkan data yang dibutuhkan oleh negara.

Sementara secara terpisah, Kepala Cabang  Grha BPJamsostek, Achmad Fatoni, menyambut baik dengan adanya kerja sama dengan petugas Regsosek dan akan memudahkan kantor cabang untuk mengajak masyarakat menjadi peserta BPJamsostek.

"Kantor Cabang Grha juga siap berkolaborasi dan menerima data penduduk Indonesia yang telah dikumpulkan dan diberikan oleh petugas Regsosek," ucap Fatoni dalam keteragan pers, Kamis (13/10).

Menurut Fatoni, adanya kolaborasi dengan Regsosek seluruh masyarakat pekerja yang bergerak di sektor informal akan terlindungi dengan mengikuti dua program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian JKM.

"Selain itu, untuk menjadi peserta program JKK dan JKM, iurannya sangat terjangkau oleh masyarakat mulai dari iuran Rp16.800 per bulan dan berharap program BPJS Ketenagakerjaan bisa dirasakan ke seluruh masyarakat Indonesia," paparnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Proyek Tol Bawah Laut di IKN Nusantara Libatkan Belanda dan Korsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:22 WIB
Kementerian PUPR mengungkapkan saat ini, proyek tol bawah laut di IKN Nusantara masih dalma tahap studi kelayakan. Tol bawah laut akan...
Antara/Resno Esnir

PGE Menjadi Garda Terdepan Pencapaian Bauran Energi EBT 23% pada 2025

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 19:52 WIB
Pemerintah meluncurkan sejumlah program untuk mendorong EBT, di antaranya insentif pajak seperti pada panas bumi maupun kepastian harga...
Ist

Mudahkan Pencinta Fashion Luxury Item, Irressitible Bazaar Hadir Tiap Bulan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 19:43 WIB
Ratusan preloved luxury items dari puluhan trusted seller Irresistible Bazaar, akan dihadirkan di 'Irress Urban...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya