Rabu 05 Oktober 2022, 14:48 WIB

CIPS: Impor Beras Penting untuk Jaga Harga di Dalam Negeri

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
CIPS: Impor Beras Penting untuk Jaga Harga di Dalam Negeri

Antara/Asep Fathulrahman
Ilustrasi

 

PENELITI Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengungkapkan, pemerintah perlu mempertimbangkan impor beras untuk menjaga keterjangkauan harga di dalam negeri. 

Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks Bu RT) CIPS menyebut, rata-rata harga beras di supermarket di Jakarta sejak Agustus seharga Rp12.800/kg. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,98%. Hal ini disebabkan adanya dugaan kekurangan stok beras.

Baca juga: Cegah Resesi, Pemerintah Diminta Bijak Kelola APBN

"Pemerintah harus membuka adanya impor beras. Kebijakan ini tidak akan mengganggu kesejahteraan petani. Justru, impor ini akan menekan harga yang saat ini sedang tinggi sekaligus memastikan stok beras tetap aman hingga natal dan tahun baru," ucapnya dalam keterangan resmi. 

Mayoritas masyarakat Indonesia membeli beras di pasar tradisional. Sejauh ini, harga beras di pasar tradisional naik 1,29% dari Rp 11.600/kg pada Agustus 2022 menjadi Rp 11.750/kg pada September 2022. Hasran menyebut tren serupa juga terjadi jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, harga beras meningkat sebesar 1,73%.

Pengaruh harga beras pada daya beli masyarakat sangat besar. Hasran melanjutkan, hal itu terlihat pada kontribusinya pada nilai inflasi bulanan mencapai 1,17% di September 2022.

”Harga yang cenderung bergerak naik menunjukkan jumlah pasokan yang lebih sedikit dari biasanya. Pemerintah juga perlu memperhatikan kelancaran distribusi, yang mungkin saja terdampak karena tingginya ongkos transportasi,” jelas Hasran

Kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi beberapa waktu lalu dikatakan berdampak pada banyak hal, seperti pangan dan transportasi.

Menurutnya, pentingnya impor beras disebabkan pada jumlah cadangan beras di tingkat nasional pada pekan keempat September 2022 mencapai 6,8 juta ton. Stok sebanyak ini diperkirakan hanya mampu bertahan selama 81 hari, dengan asumsi pemakaian stok beras per harinya mencapai 84.330,07 ton.

Musim panen baru pun diperkirakan terjadi pada Februari 2023, sehingga masih ada permintaan beras selama sebulan yang harus dipenuhi. Apalagi, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini hanya sebesar 800.000 ribu ton, masih jauh dari batas aman yaitu 1,2 - 1,5 juta ton.

Hasran menambahkan, dalam waktu tiga bulan ke depan Indonesia akan merayakan pergantian tahun dan hari raya natal. Permintaan beras yang tinggi, apalagi di tengah cadangan beras yang menipis sudah pasti akan terus menyebabkan kenaikan harga. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Ekonomi Global Melambat, Sektor Industri Tetap Ekspansif

👤Ficky Ramadhan 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:50 WIB
Menurut S&P Global, sektor manufaktur Indonesia tercatat selalu konsisten di atas tanda dan tidak ada perubahan, yakni...
MI/Seno

Airlangga Beberkan Alasan Serapan Daerah Rendah Tahun Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:39 WIB
Sedianya, pada tahun ini, ada banyak pengeluaran yang ditujukan untuk penanganan covid-19. Namun pada kenyataannya, pandemi...
Dok. Itama Ranoraya

Ganti Logo, Itama Ranoraya Bertekad Terus Tingkatkan Kinerja

👤Mediandonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:36 WIB
“Pergantian logo dilakukan dengan tujuan memacu semangat dan gairah baru seluruh insan perusahaan berlari bersama-sama untuk mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya