Kamis 08 September 2022, 13:17 WIB

DBS Mau Cabut Pendanaan, Ini Kata Adaro

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
DBS Mau Cabut Pendanaan, Ini Kata Adaro

Antara
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

 

PT Adaro Energy Indonesia Tbk buka suara terkait rencana DBS Bank yang ingin hengkang dari pendanaan ke perusahaan batu bara tersebut. Diketahui, DBS berkomitmen untuk mengurangi eksposur batu bara hingga nol pada 2039.

"Kami mencatat baik keputusan mereka. Saat ini, Adaro Indonesia tidak memiliki kebutuhan pembiayaan segera," ujar Head of Corporate Communication Adaro Febriati Nadira saat dikonfirmasi, Kamis (8/9).

Menurutnya, ketika kebutuhan pendanaan muncul, Adaro akan mengeksplorasi dan mengevaluasi opsi pendanaan yang tersedia, baik dari pasar surat utang maupun ekuitas.

Baca juga: 8 Perusahaan Kakap Batu Bara Meraup Untung Hingga Rp101 Triliun

Terkait dorongan agar perusahaan batu bara segera melakukan transisi bisnis untuk mengurangi emisi, pihaknya menekankan komitmen pada perbaikan kinerja lingkungan. Dalam hal ini, dengan menjalankan kegiatan operasional penambangan terintegrasi, yang merujuk pada prinsip good mining practices.

"Adaro peduli dengan isu perubahan iklim dan bisnis. Kami sudah beradaptasi dengan isu ini dengan tetap menunjukkan komitmen dalam menjalankan program keberlanjutan," imbuhnya.

Baca juga: Walhi: Pidato Kemerdekaan Presiden Minim Isu Pemulihan Lingkungan

Upaya tersebut mulai dari merestorasi lahan dengan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 298,36 hektare (ha). Lalu, telah diserahterimakan kepada pemerintah pada 2020 dan 2021. Langkah ini dinilai memberikan manfaat secara ekologi dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Bahkan, Adaro juga mendapat kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merehabilitasi lahan DAS Menoreh seluas 512 ha di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah," pungkas Febriati.

Menyoroti upaya pengurangan emisi di wilayah tambang, sejak 2011 Adaro mempunyai biofuel project sebelum disyaratkan pemerintah. "Dalam hal energi bersih, PLTU kami sedang mencoba menerapkan co-firing dengan biomasa untuk mengurangi emisi," tutupnya.(OL-11)
 

 

Baca Juga

AFP

Kebijakan Moneter The Fed Kian Ketat, Perdagangan Aset Kripto Lesu

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 16:06 WIB
Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Thohir: Pendapatan BUMN Tahun Lalu Capai Rp2.292,5 Triliun

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 28 September 2022, 15:53 WIB
Erick Thohir mengatakan peningkatan tersebut berkat transformasi dan restrukturisasi yang telah dilakukan Kementerian BUMN terhadap seluruh...
DOK Indonesia Re.

Kinerja Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Dioptimalkan Lagi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 14:35 WIB
PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) atau Indonesia Re akan kembali menggaungkan peran Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya